Nusatime.com, SRAGEN — Tiga mobil pemadam kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap gudang sisa material kayu proyek RSU Rizky Amalia yang terletak di Kampung Cantel Wetan RT 001/RW 015, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Sragen, Rabu (16/9/2026) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sumber api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum padam sempurna.
Kabid Damkar Satpol PP Sragen, Tommy Isharyanto, kepada Espos, Kamis (17/9/2026), mengungkapkan peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 19.30 WIB. Setelah mendapat laporan, Tommy menyatakan tim Damkar langsung terjun ke lokasi dalam waktu lima menit setelah kejadian.
Penanganan kebakaran terhitung cukup cepat. Tommy mengungkapkan pemadaman api membutuhkan waktu 45 menit dengan menghabiskan 4.000 liter air.
Dia menyampaikan gudang sisa material kayu proyek tersebut masih di bawah tanggung jawab Catur Wartanus, 33, mandor proyek asal Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen. Dia menjelaskan awalnya pada Rabu sore, seorang warga membakar sampah di dekat tumpukan material kayu.
“Seorang pekerja proyek sudah mengingatkan setelah membakar sampah supaya dimatikan karena dikhawatirkan api bisa merembet ke tumpukan kayu sisa proyek yang sedang berjalan. Saat itu, api terlihat sudah padam dan sudah disiram air sehingga dirasa sudah aman. Ternyata pada malam harinya, muncul api berkobar di tumpukan material kayu. Petugas satpam yang melihat langsung menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan,” jelas Tommy.
Tommy menyatakan penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah. Dia belum mengetahui kerugian material yang dialami, tetapi yang pasti tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Kejadian kebakaran, kata Tommy, sempat membuat kepanikan pemilik proyek dan warga karena dikhawatirkan api menjalar lebih luas hingga mengenai rumah.
“Kami menerjunkan tiga mobil Damkar, yaitu truk Hino, water supply, dan double cabin. Kami dibantu tim dari TNI, Polri, PSC 119 Sukowati, ambulans Lazismu, ambulans Sragen Kota, Tagana, RAPI, dan warga setempat,” kata dia.
Tri Rahayu

Leave a Reply