Nusatime.com, PATI – Ratusan rumah di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, terdampak banjir yang merendam wilayah tersebut.
Sebelum banjir menerjang, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan mengakibatkan air sungai setempat meluap dan menggenangi pemukiman warga pada Senin (25/5/2026).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Minggu (24/5/2026) malam hingga Senin (25/5/2026) pagi.
“Kiriman air dari hulu Sungai Widodaren, yakni dari Kecamatan Jaken, Pucakwangi, dan Todanan. Sedangkan Daerah Aliran Sungai [DAS] Widadaren sampai dengan laut, meliputi Sungai Gedong dan Kaliombo yang dangkal karena sedimen dan tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan, sehingga turut berdampak pada kelancaran arus air,” ucapnya yang dikutip dari Antara.
Dia mencatat terdapat 538 rumah atau 1.050 jiwa terdampak banjir tersebut, termasuk tiga sekolah juga ikut terdampak, sehingga untuk hari ini (25/5/2026) siswanya diliburkan karena banjir masuk ke ruang kelas.
Dari ratusan rumah terdampak, tercatat ada 150 rumah yang genangan banjirnya hingga ke dalam rumah dengan ketinggian genangan di dalam rumah antara 10-50 centimeter.
Banjir tersebut juga berdampak terhadap 57 tempat ibadah, baik mushala, masjid, maupun gereja, serta masuk pekarangan, sawah, tempat penggilingan padi, serta menggenangi akses jalan desa setempat.
“Meskipun masih terjadi genangan banjir, tidak ada warga yang mengungsi. Sedangkan korban jiwa nihil,” ujarnya.
Salah satu warga, Mail, 36, menjelaskan banjir saat ini merupakan kedua kali dalam sepekan terakhir. Setelah Sabtu (23/5/2026) malam curah hujan tinggi namun sempat surut, Minggu (24/5/2026) malam turun hujan lagi dan akhirnya banjir lagi.
Banjir hari ini (25/5/2026), kata dia, lebih besar dibandingkan yang pertama, karena dampak genangannya hampir merata.

Leave a Reply