Banjir Rob di Tayu Pati Rendam 73 Rumah dan 85 Hektare Tambak

Banjir Rob di Tayu Pati Rendam 73 Rumah dan 85 Hektare Tambak
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (20/6/2026). (Dok BNPB).

Nusatime.com, PATI — Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berdampak pada 127 kepala keluarga (KK). Selain mengganggu aktivitas warga, bencana tersebut juga merendam 73 rumah dan sekitar 85 hektare lahan tambak.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir rob terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.25 WIB. Peristiwa itu dipicu kenaikan muka air laut yang diperparah dengan jebolnya tanggul laut di wilayah Kecamatan Tayu.

Air laut kemudian melimpas ke kawasan permukiman dan area tambak warga. Dampak terparah terjadi di Desa Tunggulsari yang menjadi lokasi utama terdampak banjir rob.

Sebanyak 127 KK tercatat terdampak akibat genangan air laut. Meski demikian, hingga Senin (22/6/2026), belum ada warga yang mengungsi.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan pemerintah desa telah menyiapkan lokasi evakuasi apabila kondisi memburuk, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia dan balita.

“Tidak ada warga yang mengungsi. Tetapi tetap disiapkan balai desa dan Polindes untuk lansia kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pengungsian,” kata Martinus saat dihubungi Espos, Senin (22/6/2026).

Tanggul Jebol Perparah Genangan

Selain merendam rumah warga, banjir rob juga menggenangi sekitar 85 hektare lahan tambak yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

Genangan air laut turut menutup jalan desa sepanjang sekitar 2,3 kilometer sehingga menghambat mobilitas warga.

Martinus menjelaskan tanggul yang jebol berada di wilayah RT 05 Desa Tunggulsari. Kerusakan tanggul tersebut menjadi faktor utama yang memperparah masuknya air laut ke kawasan permukiman dan tambak warga.

Berdasarkan data BPBD Pati, 73 rumah terdampak tersebar di lima wilayah RT, yakni RT 01 sebanyak tiga rumah, RT 02 sembilan rumah, RT 03 sebanyak 17 rumah, RT 04 delapan rumah, dan RT 05 sebanyak 36 rumah.

“Kondisi terbaru, sudah surut di wilayah RT 01 sampai RT 04,” ujar Martinus.

BPBD Pati bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik pangan dan bantuan uang tunai kepada warga terdampak. Selain itu, penanganan tanggul jebol juga dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mencegah banjir rob semakin meluas.

Leave a Reply