Berumur 40 Tahun, Jembatan Seyegan di Sukoharjo Segera Diperbaiki

Berumur 40 Tahun, Jembatan Seyegan di Sukoharjo Segera Diperbaiki
Pengendara motor melewati Jembatan Seyegan di Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo, Minggu (14/6/2026). (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Nusatime.com, SUKOHARJO — Jembatan Seyegan yang menghubungkan wilayah Calen-Sonorejo di Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo segera diperbaiki. Paket pekerjaan rehabilitasi jembatan berusia 40 tahun ini sudah memasuki tahap lelang.

Bangunan jembatan itu terancam ambrol akibat tergerus luapan air Kali Langsur saat musim hujan. Pantauan Espos, Minggu (14/6/2026), bangunan Jembatan Seyegan mengalami kerusakan di bagian ujung.

Fondasi jembatan rapuh akibat tergerus banjir Kali Langsur saat musim hujan. Jembatan itu dibangun pada 1986 atau sudah berumur kurang lebih 40 tahun.

Selama puluhan tahun, jembatan tersebut belum pernah tersentuh proyek perbaikan. Kerusakan bangunan jembatan membuat waswas para pengguna jalan dan warga setempat yang saban hari melewati jembatan.

“Pekerjaan rehabilitasi Jembatan Seyegan sudah proses lelang. Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Sukoharjo mengalokasikan anggaran rehabilitasi Jembatan Sayegan senilai Rp1,9 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, saat diwawancarai Espos. 

Menurut Bowo, proses lelang pekerjaan rehabilitasi Jembatan Seyegan diperkirakan rampung pada Juli 2026. Selepas penandatanganan kontrak antara pejabat pembuat komitmen selaku pengguna anggaran dengan pemenang lelang, proyek rehabilitasi jembatan segera dikerjakan. 

Dia menargetkan pekerjaan rehabilitasi jembatan rampung sebelum akhir Desember 2026. “Pekerjaan rehabilitasi Jembatan Sayegan bagian dari proyek strategis yang mendapat prioritas utama pada tahun ini. Monitoring dan evaluasi progres pekerjaan jembatan bakal dilakukan secara berkala,” ujar dia. 

Bowo menyebut Jembatan Seyegan menjadi akses penghubung utama antarkelurahan sekaligus jalur alternatif Sukoharjo-Klaten. Jembatan itu juga diandalkan para petani untuk menuju sawah.

“Saat musim hujan, air Kali Langsur kerap meluap hingga jembatan. Penanganan perbaikan jembatan cukup urgen. Kondisi bangunan jembatan rawan ambrol sehingga membahayakan para pengguna jalan,” papar dia. 

Sementara itu, seorang warga Kampung Klurahan, Kecamatan Sukoharjo, Didik, mengatakan warga setempat waswas dan khawatir saat melewati Jembatan Seyegan di tengah hujan lebat. Saat air Kali Langsur meluap, warga setempat memilih memutar arah ketimbang melewati jembatan. 

Padahal jembatan itu menjadi akses utama warga dan petani yang hendak beraktivitas sehari-hari. “Kalau malam hari atau pas hujan lebat, jarang warga yang melewati jembatan. Kalau tidak kepepet sekali. Kami khawatir tiba-tiba jembatan ambrol sewaktu-waktu,” urai dia. 

Leave a Reply