Pembangunan Sekolah Rakyat Semarang Capai 40 Persen, Siap Tampung 270 Siswa

Pembangunan Sekolah Rakyat Semarang Capai 40 Persen, Siap Tampung 270 Siswa
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari Kota Semarang. (Istimewa/akun instagram @pu_prasaranasrategis_jateng)

Nusatime.com, SEMARANG — Progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terus dikebut. Dinas Sosial Kota Semarang mencatat progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Agus Junaidi, mengatakan pihaknya juga telah membuka penjaringan peserta didik untuk Sekolah Rakyat dengan kuota sebanyak 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari sudah 40 persen. Tahun ini juga kita sudah melakukan penjaringan untuk siswa baru,” ujar Agus kepada Espos, Selasa (19/5/2026).

Pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang berdiri di atas lahan sekitar 6 hektare atau 60 ribu meter persegi dengan fasilitas sembilan ruang kelas. Konsep pendidikan yang diterapkan berbasis asrama.

Agus menjelaskan masing-masing jenjang pendidikan akan menampung 90 siswa yang nantinya dibagi ke dalam beberapa rombongan belajar (rombel).

“Fasilitasnya ada asrama putra-putri, kemudian tempat ibadah, gedung bangunan untuk siswa sejumlah sembilan kelas, arena olahraga, tempat bermain. Lengkap, mereka akan diasramakan di situ,” paparnya.

Pada tahun ini, Sekolah Rakyat di Kota Semarang masih berstatus sekolah rintisan. Para siswa sementara belajar menggunakan gedung di kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang (BBPVP) Semarang.

Agus mengatakan pihaknya telah menerima arahan dari pemerintah pusat agar Sekolah Rakyat di Rowosari segera beroperasi secara permanen demi menunjang kenyamanan siswa.

“Sekolah rintisan ini masih berjalan, tapi dari Kemensos sudah ada edaran juga meminta kami Pemkot Semarang untuk menjadikan sekolah tetap yang ada di Rowosari,” ujarnya.

Status lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Rowosari sebelumnya sempat dikaji karena berdiri di kawasan lahan hijau. Namun, Agus memastikan proses perizinan dan perubahan peruntukan lahan telah berjalan seiring progres pembangunan.

“Kalau sudah berjalan, tentu tidak di lahan hijau, sudah berubah pastinya, kan juga terkait dengan bangunan, terkait dengan izin lain untuk izin lingkungan, izin amdal, dan lain-lain,” terangnya.

Untuk proses penjaringan siswa, Dinsos Kota Semarang akan melibatkan pekerja sosial masyarakat (PSM) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Program Sekolah Rakyat tersebut diprioritaskan bagi keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2.

Leave a Reply