Pegiat Seni Ingin Proliman Sukoharjo Jadi Pusat Interaksi Seperti Gatsu Solo

Pegiat Seni Ingin Proliman Sukoharjo Jadi Pusat Interaksi Seperti Gatsu Solo
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, berdiskusi dengan komunitas pegiat seni dan budaya di halaman GP3D Sukoharjo, Selasa (11/8/2026). (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Nusatime.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo membuka pintu selebar-lebarnya terhadap saran dan masukan untuk meramaikan kawasan simpang lima atau Proliman Sukoharjo pada malam hari.

Kawasan Proliman diharapkan menjadi ruang publik dan pusat interaksi warga yang melibatkan pegiat seni dan budaya serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner. 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo melakukan audiensi dengan sejumlah pegiat seni dan budaya di halaman Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Sukoharjo kawasan Proliman, Selasa (11/8/2026). Sapto, sapaan akrabnya, menyerap beragam aspirasi, masukan, dan saran dari para pegiat seni dan budaya untuk meramaikan kawasan Proliman Sukoharjo pada malam hari. 

Dalam kesempatan itu, Sapto mengatakan kawasan Proliman menjadi salah satu ikon di pusat Kota Sukoharjo. “Tadi, kami beraudiensi dengan komunitas pegiat seni dan budaya. Kami menyerap beragam masukan dan aspirasi dari mereka untuk meramaikan kawasan Proliman khususnya di sekitar GP3D Sukoharjo,” kata dia.

Menurut Sapto, kawasan Proliman bisa menjadi ruang publik dan pusat interaksi warga seperti di koridor Gatot Subroto (Gatsu) di Solo atau Malioboro di Jogja. Masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan live music dan kuliner malam hari.

Tampilkan Pertunjukan

Karena itu, pemerintah menggandeng komunitas seni dan budaya untuk meramaikan kawasan Proliman Sukoharjo dan sekitarnya. “Kami mawas diri serta membuka pintu seluas-luasnya kepada komunitas seni dan budaya serta masyarakat untuk menyumbangkan gagasan, saran, dan masukan demi kemajuan pembangunan daerah,” papar dia.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan cair. Setiap pegiat seni dan budaya menyumbang ide dan gagasan agar kawasan Proliman bisa seperti koridor Gatsu, Solo atau Malioboro, Jogja. Seusai berdiskusi, Sapto menyempatkan meninjau kondisi GP3D Sukoharjo. Dia berkeliling ke setiap lantai di gedung tersebut.

Seorang pegiat seni asal Sukoharjo, Widi, mengaku sudah lama memendam gagasan untuk meramaikan kawasan Proliman Sukoharjo yang lokasinya cukup strategis. Kawasan ini bisa menjadi ruang interaksi yang menawarkan potensi seni dan budaya yang dipadukan dengan kuliner malam.

Para pengunjung bisa menyaksikan penampilan hiburan seni pertunjukan yang berbeda setiap pekan. “Para pegiat seni dan budaya bisa menampilkan talenta dan bakat di kawasan Proliman Sukoharjo. Sehingga, kawasan ini lebih ramai dan hidup pada malam hari. Kami berencana mengawali gagasan ini pada akhir Agustus,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Omah Tulis Sukoharjo, Bambang Hermanto, berharap pemerintah membuka kran komunikasi dengan elemen masyarakat, termasuk komunitas seni dan budaya. Sehingga terjadi komunikasi dua arah yang konstruktif demi kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply