Imigran Ilegal Asal Maroko Bentrok dengan Warga Ceuta Spanyol

Imigran Ilegal Asal Maroko Bentrok dengan Warga Ceuta Spanyol
Ratusan migran berupaya berenang dari Maroko menuju kota Ceuta milik Spanyol di Afrika Utara, sementara jumlah pendatang melampaui 1.500 orang dalam waktu lebih dari sepekan—menurut laporan berita setempat—di Ceuta, Spanyol, pada 31 Juli 2026. ANTARA/Marcos Moreno - Anadolu Agency /pri.

Esposon, JAKARTA — Bentrokan maut yang melibatkan kelompok imigran ilegal asal Maroko dengan warga lokal terjadi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berlokasi di Afrika Utara. Krisis migrasi di Ceuta kini semakin memanas.

Dikutip dari Antara, seorang blogger Spanyol, David Santos, mengunggah sebuah video yang merekam aksi kejar-kejaran warga dan para imigran di jalanan melalui platform X.

Ia menyebut orang-orang Maroko yang telah menetap di kawasan El Príncipe ikut mengusir para migran yang berusaha memasuki Ceuta secara ilegal.

Media lokal Ceuta Actualidad melaporkan bahwa adanya pembentukan sebuah grup WhatsApp bernama “Viva España” yang kini telah memiliki lebih dari 800 anggota.

Menurut laporan media tersebut, sejumlah anggota grup mengusulkan untuk melakukan pergerakan dan “memukuli para migran dengan tongkat”.

Presiden Partai Andalusi Dris Mohamed mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa sekelompok pemuda kedapatan memukuli orang-orang yang baru saja memasuki Ceuta.

Ia pun mengecam tindakan main hakim sendiri tersebut, meski di sisi lain ia juga memaklumi keresahan penduduk setempat.

Stasiun radio tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah toko terpaksa ditutup sementara karena alasan keamanan.

Kepolisian nasional maupun daerah telah mengerahkan aparat di berbagai lokasi untuk mencegah terjadinya pencurian dan kerusuhan, di tengah ketakutan dan ketegangan warga yang terus meningkat.

Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan bahwa sekitar 60.000 orang dari Maroko telah memasuki Ceuta dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, surat kabar El Pais melaporkan bahwa jumlah migran yang tewas saat mencoba menyeberang ke Ceuta mencapai 57 orang.

Leave a Reply