Nusatime.com, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan pembangunan Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih yang ditarget 80.000 titik berpotensi menyerap tenaga kerja sekitar 1,4 juta orang.
Ferry menjelaskan program KDMP ini juga melibatkan penerima bantuan sosial sebagai penggerak utama program di tingkat desa.
Menurutnya, program ini tidak hanya mendorong penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota koperasi, melainkan juga membuka peluang kerja langsung di dalam ekosistem usaha tersebut.
Dia menghitung setiap koperasi dirancang dapat menyerap sekitar 15 hingga 18 tenaga kerja. Dengan target pembentukan 80.000 unit koperasi, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan mendekati 1,4 juta orang.
“Dengan rata-rata 15 orang per koperasi dan asumsi 80.000 koperasi, kita bisa menyerap hampir 1,4 juta penerima manfaat PKH untuk bekerja,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Skema ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mempercepat proses graduasi dari kelompok desil terbawah.
Selain membuka lapangan kerja, pemerintah juga akan memfasilitasi penerima manfaat menjadi anggota koperasi melalui skema iuran yang lebih fleksibel. Saat ini, aturan tengah disiapkan agar simpanan pokok dapat dibayarkan secara bertahap dengan beban yang terjangkau.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses kepemilikan dan manfaat ekonomi koperasi bagi kelompok rentan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan untuk mendorong kemandirian penerima bantuan sosial.
“Ini bagian dari program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat bisa graduasi, naik kelas, dan lebih mandiri,” katanya.
Dia menilai keterlibatan dalam koperasi akan mendorong transformasi peran masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi yang memiliki sumber pendapatan tetap. Dari sisi implementasi, pembangunan koperasi terus berjalan.
Saat ini tercatat 34.608 titik masih dalam tahap konstruksi, sementara 4.741 titik telah rampung sepenuhnya. Koperasi yang telah selesai akan dilengkapi secara bertahap dengan sarana operasional, termasuk fasilitas pendukung dan alat transportasi.
Pemerintah juga tengah mematangkan kebutuhan tenaga kerja di setiap unit koperasi, mulai dari pengemudi, petugas keamanan, hingga pengelola gudang. Selanjutnya, proses rekrutmen akan diintegrasikan dengan basis data Kementerian Sosial, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4 yang dinilai memenuhi kualifikasi.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap koperasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen distribusi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana transformasi sosial bagi penerima bantuan.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Koperasi Merah Putih Bidik Siap Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja dari Penerima Bansos

Leave a Reply