Nusatime.com, WONOGIRI — Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri hingga kini belum beroperasi menjalankan usaha meski sudah hampir dua pekan diresmikan. Ratusan unit usaha berkonsep ritel modern bentukan pemerintah tersebut diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026) lalu.
Pantauan Espos di sejumlah lokasi, termasuk di Gerai KDKMP Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, yang menjadi pusat seremonial peluncuran tingkat kabupaten, pintu gerai masih tampak tertutup rapat untuk umum pada Kamis (28/5/2026). Kondisi serupa juga terpantau di seluruh gerai KDKMP wilayah kecamatan lain di Wonogiri yang belum menunjukkan adanya aktivitas perniagaan komersial.
Kepala Desa Singodutan, Karsanto, membenarkan fasilitas KDKMP di wilayahnya belum beroperasi pascapeluncuran. Pemerintah desa (pemdes) mengaku tidak mengetahui secara pasti kendala teknis penundaan tersebut karena tidak masuk dalam struktur kepengurusan.
Pemerintah desa hanya memfasilitasi ketersediaan lahan untuk lokasi gerai dan gudang KDKMP. “Mengenai kapan operasional perdana dan bagaimana sistem manajemen internalnya, kami belum tahu,” ujar Karsanto saat dimintai konfirmasi Espos, Kamis (28/5/2026).
Sebelumnya, pengurus KDKMP Singodutan, Divaka Sukma Krismika, tidak menampik aktivitas perdagangan belum berjalan lantaran masih dalam tahap pemenuhan inventaris barang dagangan dan kendala sistem administrasi. Barang-barang yang tertata di etalase saat ini diakui baru sebatas produk displai.
“Pasokan barang dagangan belum lengkap. Komoditas seperti obat-obatan untuk apotek, tabung LPG, dan pupuk masih dalam proses pemenuhan. Saat ini kami sedang mendata kekurangan barang untuk diserahkan ke PT Agrinas selaku penyalur. Selain itu, sistem aplikasi kasir dari pusat juga belum terinstal di komputer gerai,” ungkap Sukma.
Kesiapan Infrastruktur
Secara infrastruktur KDKMP Singodutan tergolong siap. Gerai ini telah menerima paket lengkap empat kendaraan operasional berupa dua unit motor roda tiga, satu unit mobil pikap, dan satu unit truk guna menunjang enam lini usaha yang dijalankan, mulai dari ritel, simpan pinjam, apotek, klinik, keagenan LPG, hingga distributor pupuk.
Kehadiran 97 KDKMP di Wonogiri ini nantinya diproyeksikan mampu menyerap 1.649 tenaga kerja lokal. Diwawancarai terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, meminta masyarakat tidak salah paham mengenai operasional KDKMP.
Ivan meluruskan belum dibukanya puluhan gerai tersebut bukan karena mangkrak, melainkan karena para pengurus sedang menjalani masa pembekalan intensif. Dandim menjelaskan logistik tahap awal dari pusat sebenarnya sudah dikirim ke gudang-gudang gerai.
“Saat ini para petugas gerai masih harus mengikuti pelatihan pengoperasian sistem kasir digital terintegrasi yang dilakukan secara daring,” ujar Ivan. Menurutnya, pelatihan ini penting agar tata kelola keuangan koperasi akurat. Setelah pelatihan sistem kasir ini rampung, seluruh gerai dipastikan segera dibuka.

Leave a Reply