Nusatime.com, JAKARTA – Pengusaha logistik mengeluhkan antrean panjang dan terbatasnya stok solar subsidi di luar Pulau Jawa menjelang momen Iduladha 2026. Kondisi ini membuat pengusaha rugi karena harus mengeluarkan biaya lebih mahal.
Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, meminta pemerintah untuk menyediakan dan menjamin stok bahan bakar subsidi tersebut di SPBU, khususnya di wilayah luar Jabodetabek dan luar Pulau Jawa.
Bukan tanpa sebab, Mahendra mengaku banyak truk-truk yang harus antre panjang untuk mendapatkan solar murah. Hal ini pun menambah waktu pengiriman barang dan biaya logistik.
“Kami mulai nyebrang ke Lampung, Palembang, di jalan SPBU-nya sudah antre panjang,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (24/5/2026).
Mahendra pada dasarnya berterima kasih kepada pemerintah telah berhasil menahan harga solar subsidi maupun Pertalite. Namun, ketiadaan barang sekalipun harganya murah, juga menjadi beban bagi penyedia jasa logistik.
Untuk memastikan pengiriman barang tetap berjalan, pihaknya terpaksa membeli solar nonsubsidi atau solar industri Pertamina Dex, yang harganya empat kali lebih mahal dari solar subsidi.
Per 4 Mei 2026, Pertamina mematok harga solar subsidi senilai Rp6.800 per liter sementara Pertamina Dex di angka Rp27.900 per liter. Tekanan semakin menjadi-jadi karena biaya tersebut tidak dibebankan kepada pemilik barang, melainkan jasa logistik.
“Jadi yang terjepit sebetulnya adalah penyedia jasa logistik. Kami tak bisa naikkan tarif, tetapi biaya operasional terus naik, dari BBM, tol, belum lagi pungli,” keluhnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan, sejatinya stok di luar Jawa dalam kondisi aman. Namun, kondisi di luar Jawa lebih berhadapan pada distribusi tepat sasaran.
“Sehingga perlu didalami dari kondisi di lapangan dulu. Apakah kondisi di SPBU tersebut memang terkendala atau ada hal lainnya,” tuturnya kepada Bisnis.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan bahwa pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang momentum libur panjang Hari Raya Iduladha berada dalam kondisi yang aman.
“Kami memastikan BBM menjelang libur panjang Iduladha nanti dalam keadaan aman. Masyarakat juga bisa merayakan Iduladha dengan tenang,” ujar Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan, Rabu (20/5/2026).
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Pengusaha Logistik Keluhkan Antrean Solar Subsidi di Luar Jawa

Leave a Reply