Lanjut Tahun Ini, Menbud Sebut Revitalisasi Keraton Solo Tak Hanya Fokus Fisik

Lanjut Tahun Ini, Menbud Sebut Revitalisasi Keraton Solo Tak Hanya Fokus Fisik
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan sambutan saat menghadiri acara Halalbihalal di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (26/3/2026). (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Nusatime.com, JAKARTA — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo bakal berlanjut pada tahun ini. Ia menegaskan revitalisasi itu tidak hanya pada bangunan fisik yang merupakan cagar budaya nasional.

Terkait revitalisasi itu, Menbud menyatakan pemerintah telah menunjuk Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana. “Karena Keraton Surakarta ini sudah menjadi cagar budaya nasional, kita mulai laksanakan pada tahun ini di bawah pelaksana yang sudah ditunjuk oleh pemerintah yaitu Panembahan Agung Tedjowulan,” ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7/2026), seperti dilansir Antara.

Fadli menambahkan meski masih terjadi perselisihan kepemimpinan di internal Keraton Solo, pemerintah akan menegakkan hukum jika terdapat upaya yang menghambat revitalisasi tersebut. 

Pemerintah diketahui telah menunjuk Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan sebagai pelaksana Keraton Surakarta melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon terus mendorong upaya revitalisasi keraton, museum, dan kawasan budaya di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah, secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurut dia, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup penguatan narasi sejarah, pengelolaan yang profesional, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik. Dengan pendekatan tersebut, Keraton diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi unggulan yang mengintegrasikan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi.​​​​​​

Menbud menekankan bahwa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki posisi penting sebagai pusat kebudayaan Jawa yang menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan peradaban yang panjang.

Destinasi Budaya Kelas Dunia

Status Keraton sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional menuntut tanggung jawab bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sebagaimana amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu pusat peradaban budaya Jawa yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi budaya kelas dunia. Melalui revitalisasi yang terencana dan kolaboratif, kita ingin menghadirkan kawasan budaya yang hidup, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Fadli Zon.

Sebelumnya, perihal kelanjutan rencana revitalisasi Keraton Solo pada 2026 juga pernah disampaikan Fadli Zon saat menghadiri acara Halalbihalal di Keraton Solo, Kamis (26/3/2026). Fadli menyebut revitalisasi tersebut merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.

​Fadli menjelaskan pemerintah memandang Keraton Solo sebagai kebudayaan Jawa yang menyimpan banyak rentetan peristiwa sejarah. Oleh karena itu, ia menegaskan upaya penyelamatan bangunan cagar budaya ini tidak boleh berhenti di tengah jalan.

​”Beberapa waktu lalu, alhamdulillah kita sudah berhasil merevitalisasi salah satu bangunan penting, yaitu Panggung Songgo Buwono dalam waktu kurang dari satu tahun. Ke depan, baik tahun ini maupun tahun depan, Keraton Kasunanan ini akan kembali kita revitalisasi semaksimal mungkin,” tegas Fadli Zon dalam sambutannya pada acara itu.

Terkait progres di lapangan, ia memaparkan perbaikan kompleks Keraton Solo sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Salah satu fokus utamanya adalah kawasan Museum Keraton yang saat ini tahap pengerjaannya baru menyentuh angka 20 persen.

Revitalisasi Keraton Kilen

​Pada tahun 2026 ini, ia menjelaskan pemerintah menargetkan kelanjutan revitalisasi museum tersebut sekaligus mulai menyasar bangunan-bangunan lain secara bertahap. ​Dalam kunjungannya tersebut, Fadli juga berkesempatan meninjau langsung kawasan Siti Hinggil hingga area belakang keraton.

Tak hanya itu, Fadli Zon juga meninjau langsung kondisi bangunan Keraton Kulon (Barat). Mendapati kawasan bersejarah peninggalan Paku Buwono (PB) X tersebut dalam kondisi rusak parah dan terbengkalai, Fadli menargetkan proses revitalisasinya bisa segera dieksekusi pada tahun ini.

Keraton Kulon yang berada di sisi barat kompleks utama Keraton Solo ini memiliki area tanah yang sangat luas. Di dalamnya terdapat sisa-sisa bangunan megah, bekas taman, hingga bungker. Namun, kondisi bangunan dan sekitarnya terbengkalai, bahkan banyak yang rusak.

“Kita bisa lihat di sini adalah Keraton Kilen [Kulon], tempat yang dulu ditempati PB X pada tahun 1932. Sebagaimana kita ketahui, PB X adalah pahlawan nasional dan masa pemerintahannya boleh dibilang sebagai salah satu masa kejayaan Kasunanan Surakarta,” ujar Fadli Zon kepada wartawan seusai kunjungan, Kamis.

Melihat besarnya nilai historis di balik puing-puing tersebut, Fadli membayangkan kawasan ini kelak bisa direvitalisasi dan dikembalikan murni ke bentuk aslinya. Ia meminta agar proses pendokumentasian dilakukan secara presisi.

“Kapan akan dimulai? Segera. Tentu perlu proses kajian dulu, ada pemetaan, perencanaan, pengukuran, dan lain-lain. Tapi rencananya dieksekusi tahun ini. Nanti setelah didandani, harus dibuka untuk publik. Tamannya dan bungkernya itu bisa menjadi open air museum [museum terbuka]. Jadi, seluruh area keraton ini sebenarnya adalah museum,” tegas Fadli.

Leave a Reply