Nusatime.com, WONOGIRI — Elevasi atau tinggi permukaan air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Menyusul kenaikan itu, pengelola bendungan membuka pintu air (spillway) pada Selasa (3/3/2026) sebagai langkah antisipatif.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan berdasarkan informasi dari pengelola bendungan WGM Wonogiri, spillway mulai dibuka pada Selasa siang.
Pembukaan spillway itu karena debit air di bendungan meningkat seiring curah hujan tinggi di wilayah hulu Bengawan Solo. ”Benar, mulai siang tadi [Selasa] spillway dibuka,” kata Fuad kepada Espos, Selasa.
Sementara itu, Kepala Sub Div Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo 1, Teguh Bayu Aji, mengatakan elevasi air WGM Wonogiri saat ini tercatat setinggi 135,55 meter.
“Posisi itu sudah masuk kategori siaga hijau,” kata Teguh dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Selasa.
Menurut dia, kenaikan elevasi dipengaruhi meningkatnya debit masuk (inflow) dari wilayah hulu. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi di kawasan tangkapan air membuat pasokan air ke waduk bertambah.
Dalam beberapa hari ke depan inflow diperkirakan masih berpotensi meningkat. Pengelola WGM akan menerapkan skema early release atau pelepasan air lebih awal sebagai bentuk mitigasi.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan struktur bendungan sekaligus mengendalikan potensi banjir di wilayah hilir aliran Sungai Bengawan Solo. Dengan pembukaan pintu air itu, terjadi penambahan debit aliran ke hilir sebesar 49,01 m3/detik.
Sebelumnya, debit yang dilepas berada di angka 60 m3/detik. Kini total debit yang mengalir ke hilir menjadi 109,01 m3/detik. “Penambahan debit ini sudah diperhitungkan agar tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Pengelola bendungan akan memantau kondisi elevasi secara ketat selama dua hingga tiga hari ke depan. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan posisi air tetap dalam batas aman.
“Jika permukaan air turun di bawah ambang siaga, pintu air akan kembali ditutup,” terang Teguh.
Pengelola WGM juga memastikan informasi pembukaan pintu air sudah disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Koordinasi dilakukan melalui grup komunikasi WhatsApp (WA) serta pemberitahuan langsung kepada stakeholder di wilayah hilir.
Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat di sepanjang aliran sungai diimbau tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bantaran sungai. Warga juga diminta terus memantau informasi resmi dari pengelola bendungan maupun instansi terkait.
Leave a Reply