Tekan Balap Liar dan Miras, Polres Wonogiri Gelar Operasi Patuh dan Pekat

Tekan Balap Liar dan Miras, Polres Wonogiri Gelar Operasi Patuh dan Pekat
Ilustrasi Operasi Patuh Candi. (Antara-Humas Polres Kudus)

Nusatime.com, WONOGIRI — Polres Wonogiri menggelar dua operasi kepolisian secara serentak, yakni Operasi Patuh Candi 2026 dan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) II Candi 2026 mulai Senin (8/6/2026). Operasi ini menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas hingga penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras (miras) ilegal dan narkotika.

Sebagai persiapan, sebanyak 75 personel mengikuti Pelatihan Pra-Operasi (Latpraops) di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan strategi pelaksanaan operasi di lapangan.

Kapolres Wonogiri melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo mengatakan Operasi Patuh Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026, dengan melibatkan 48 personel.

“Formulasi operasi ini mengedepankan tindakan edukatif, persuasif, dan humanis, namun tetap didukung penegakan hukum lalu lintas yang terukur. Target utamanya adalah mendongkrak disiplin berkendara masyarakat sekaligus menekan fatalitas angka kecelakaan di jalan raya,” ujar AKP Anom kepada Espos, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, terdapat delapan jenis pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Candi 2026. Pelanggaran tersebut meliputi pengendara di bawah umur, melawan arus, balap liar, penggunaan knalpot brong, menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melengkapi perlengkapan standar kendaraan, penggunaan pelat nomor palsu, hingga kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Sasar Miras hingga Narkotika

Selain Operasi Patuh Candi, Polres Wonogiri juga menggelar Operasi Pekat II Candi 2026 yang berlangsung selama 20 hari, mulai 8 hingga 27 Juni 2026.

Operasi tersebut melibatkan 28 personel dan difokuskan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Konsentrasi gerakan kami adalah menyasar peredaran miras ilegal, perjudian, premanisme, hingga jaringan penyalahgunaan narkotika,” tegas AKP Anom.

Dia menambahkan Kapolres Wonogiri telah menginstruksikan seluruh personel agar menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan menghindari tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Melalui pelaksanaan dua operasi tersebut, Polres Wonogiri berharap angka pelanggaran lalu lintas dapat ditekan dan situasi kamtibmas tetap kondusif selama pelaksanaan kegiatan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Sinergi lintas fungsi yang melibatkan unsur intelijen, pembinaan masyarakat, lalu lintas, hingga reserse kriminal diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Wonogiri.

Leave a Reply