Nusatime.com, WONOGIRI — Riuh rendah suara tawa anak-anak memecah kesunyian Lapangan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (10/5/2026) pagi. Puluhan anak hingga remaja nampak lincah melompat tali, saling kejar dalam permainan bentengan, hingga menyusun pecahan genting dalam permainan boy-boyan.
Pemandangan itu tersaji dalam balutan kegiatan bertajuk Midola atau Minggu Dolanan Lawas. Suatu kegiatan inisiatif dari Karang Taruna Desa Kepatihan untuk menghidupkan kembali roh dolanan kampung yang kian hari kian tergerus oleh senyapnya permainan di layar gawai.
Pagi itu, tidak ada suara bising game online, yang ada hanyalah derap langkah kaki dan sorak sorai kemenangan saat benteng lawan berhasil disentuh. Gelak tawa dan teriak anak-anak serta emaja saat melompati tali karet pun turut memeriahkan suasana.
Inisiator Midola, Azalea Puteri Utami, mengungkapkan kegiatan ini lahir dari kegelisahan melihat anak-anak zaman sekarang yang lebih akrab dengan dunia virtual ketimbang lingkungan sekitarnya. Midola hadir sebagai wadah untuk menarik mereka kembali ke lapangan, bertemu teman sebaya, dan merasakan kembali hangatnya kebersamaan lewat permainan tradisional.
“Kami ingin menghidupkan kembali suasana dolanan kampung. Meskipun ini masih langkah awal, antusiasme masyarakat dan semangat teman-teman panitia membuktikan bahwa ruang-ruang seperti ini sangat dirindukan,” ujar Azalea kepada Espos.

Menurut Azalea, Midola bukan sekadar ajang bermain. Di balik permainan seperti lompat tali atau bentengan, ada nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, hingga kesehatan fisik yang secara tidak langsung terbentuk pada diri anak. Selain itu, kegiatan ini terbukti ampuh mempererat silaturahmi antarwarga desa.
“Tidak hanya menghadirkan hiburan, Midola menjadi wadah untuk menghidupkan suasana desa agar lebih guyub. Melihat anak-anak tertawa lepas bersama teman-temannya adalah kepuasan tersendiri bagi kami para pemuda,” imbuhnya.
Antusiasme yang tinggi dari warga Desa Kepatihan membuat Karang Taruna berencana menjadikan Midola sebagai agenda rutin. Setidaknya sebulan sekali. Kgiatan ini diharapkan menjadi magnet baru yang mampu meramaikan lapangan desa setiap bulannya.
Bagi warga yang ingin merasakan kembali keseruan dolanan masa kecil atau ingin mengajak buah hatinya lepas sejenak dari gawai, Midola edisi berikutnya direncanakan kembali hadir pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang.

Leave a Reply