Mancing di Sungai Toklo, Wawali Solo Astrid Wanti-Wanti Warga Jaga Lingkungan

Mancing di Sungai Toklo, Wawali Solo Astrid Wanti-Wanti Warga Jaga Lingkungan
Puluhan warga mengikuti lomba memancing di aliran Sungai Toklo di kawasan Sekar Lepen, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo, Sabtu (19/9/2026) pagi. (Istimewa)

Nusatime.com, SOLO — Puluhan warga antusias menyusuri bantaran sungai untuk mengikuti lomba memancing di aliran Sungai Toklo di kawasan Sekar Lepen, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 juga menjadi medium kampanye kelestarian lingkungan.

Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani, yang hadir langsung di tengah-tengah kerumunan pemancing, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyentil kesadaran warga.

Ia menekankan bahwa kebersihan sungai bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan butuh keterlibatan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

Menurut Astrid, sungai saat ini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang potensial. Oleh karena itu, kelestariannya harus dirawat bersama agar bisa terus dinikmati sebagai sarana interaksi warga.

“Kalau kita sudah datang ke sungai, menikmati suasananya, ikut mancing dan berolahraga, maka sungainya juga harus kita jaga. Jangan sampai setelah kegiatan justru meninggalkan sampah,” ujar Astrid di sela-sela kegiatan, Sabtu.

Secara khusus, Astrid menyoroti kebiasaan sepele namun merusak, yakni membuang puntung rokok sembarangan. Ia mengingatkan para peserta lomba maupun warga yang menonton untuk tidak mengotori sungai dengan sampah sekecil apa pun.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Sampah sekecil apa pun kalau dibuang sembarangan lama-lama akan menjadi persoalan lingkungan. Mari kita biasakan setelah beraktivitas, lingkungan kita tinggalkan dalam kondisi bersih,” tegasnya.

Astrid menilai, kegiatan interaktif di kawasan Sekar Lepen ini merupakan sarana edukasi yang sangat efektif. Melalui persinggungan langsung dengan alam, warga tidak hanya diajak menggerakkan badan, tetapi juga mendapat pengalaman empiris mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan.

Bagi Astrid peringatan Haornas menjadi momen yang sangat tepat untuk menyadarkan masyarakat bahwa olahraga memiliki ikatan yang erat dengan kualitas lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat otomatis akan membuat warga merasa nyaman dalam beraktivitas fisik.

“Olahraga itu bukan hanya soal sehat badan, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan dan kepedulian sosial. Ketika masyarakat berkumpul di lingkungan yang bersih dan sehat, tentu manfaatnya menjadi lebih besar,” paparnya.

Kawasan Sekar Lepen Keprabon sendiri menjadi bukti bahwa bantaran sungai bisa menjadi ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, sekaligus tempat olahraga yang memadai apabila ditata dan dikelola dengan konsisten.

Astrid mengajak seluruh peserta lomba untuk menjadi pelopor kebersihan di lingkungan masing-masing. Langkah pelestarian alam bisa dimulai dari kedisiplinan individu yang paling sederhana.

“Mulai dari hal sederhana. Sampah kita, kita bawa dan kita buang pada tempatnya. Jangan membuang apa pun ke sungai. Kalau semua melakukan hal yang sama, lingkungan kita akan jauh lebih bersih,” imbaunya.

Astrid berharap semangat kepedulian yang terbangun lewat lomba mancing ini tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka, namun juga menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari bagi warga Solo ke depannya.

Leave a Reply