Mendiktisaintek Arahkan Perguruan Tinggi Dukung Pembangunan Giant Sea Wall

Mendiktisaintek Arahkan Perguruan Tinggi Dukung Pembangunan Giant Sea Wall
Giant Sea Wall di Pantura Jawa. (Istimewa/Kementerian PU)

Nusatime.com, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmennya untuk menggerakkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang pesisir utara (Pantura) Pulau Jawa.

Menurut Brian, proyek tersebut bukan hanya menjadi tantangan besar, tetapi juga membuka peluang strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional. Ia menekankan pentingnya kontribusi kampus dalam berbagai aspek, mulai dari pemodelan hidrodinamika, teknologi konstruksi pantai yang adaptif, inovasi material, hingga kajian sosial ekonomi masyarakat pesisir.

“Ini memang tantangan besar, tetapi sekaligus membuka peluang strategis. Kita membutuhkan pendekatan komprehensif berbasis sains dan teknologi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026), dilansir Antara.

Ia menjelaskan, Kementerian kini mendorong para guru besar, dosen, dan peneliti di berbagai perguruan tinggi untuk melakukan riset yang relevan, baik dari sisi teknologi maupun sosial kemasyarakatan.

Brian juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi nasional dalam proyek tersebut. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar pembangunan tidak hanya mengandalkan pihak luar, tetapi juga menjadi sarana transfer teknologi bagi sumber daya manusia dalam negeri.

“Kita ingin pembangunan ini menjadi sarana penguasaan teknologi oleh anak bangsa. Ke depan, Indonesia tidak hanya mampu membangun, tetapi juga menjadi pemilik teknologi tanggul laut,” tegasnya.

Diketahui, pembangunan Giant Sea Wall merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini bertujuan melindungi wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman penurunan muka tanah serta kenaikan permukaan air laut.

Untuk memperkuat dukungan tersebut, telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Kemdiktisaintek dengan berbagai pihak. MoU ini menjadi landasan dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan (center of excellence), sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur pesisir.

Selain itu, langkah ini juga diarahkan untuk menyediakan tenaga ahli multidisiplin serta mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam proyek strategis tersebut.

Sejumlah perguruan tinggi telah terlibat aktif dalam mendukung proyek ini, di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keterlibatan mereka meliputi penyediaan tenaga ahli, kajian teknis, hingga pengembangan teknologi pendukung.

Keterlibatan kampus ini sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menekankan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan strategis nasional.

Ke depan, implementasi MoU tersebut diharapkan mampu mempercepat integrasi kebijakan dan pelaksanaan di lapangan, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai motor penggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam pembangunan nasional.

Leave a Reply