Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 21 Agustus 2026, Diprediksi Rp17.700-Rp17.750

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 21 Agustus 2026, Diprediksi Rp17.700-Rp17.750
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah saat melayani nasabah di kantor CIMB Niaga, Solo, Rabu (20/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga Rp17.705 per dolar AS. (Daerah/J Howi Widodo).

Nusatime.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.700-Rp17.750 per dolar AS.

Proyeksi tersebut disampaikan Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi. Sehari sebelumnya, rupiah ditutup menguat 0,52% ke level Rp17.747 per dolar AS pada perdagangan Kamis (20/8/2026).

Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Baht Thailand menguat 0,21%, ringgit Malaysia 0,41%, yuan China 0,11%, dan rupee India 0,08%. Penguatan juga terjadi pada peso Filipina sebesar 0,27%, dolar Taiwan 0,03%, dan dolar Singapura 0,01%.

Pelemahan indeks dolar AS menjadi salah satu sentimen yang mendukung penguatan rupiah. Pasar juga masih mencermati perkembangan konflik dan ketegangan di Selat Hormuz yang berpotensi memengaruhi perdagangan global.

“Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan adanya penurunan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, karena sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur perairan vital tersebut akibat tidak adanya sinyal yang jelas mengenai pembukaan kembali jalur itu setelah sempat ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran,” kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).

Menurut Ibrahim, ketidakpastian di Selat Hormuz terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberlakukan pembatasan ekonomi tambahan terhadap Iran. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pasar karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting dalam perdagangan minyak dunia.

Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Sentimen The Fed

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Risalah rapat The Fed pada Juli menunjukkan sejumlah pembuat kebijakan melihat kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi AS tidak mengalami penurunan.

Sentimen dari Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, pasar merespons positif rencana pemerintah memangkas kuota BBM bersubsidi pada 2027. Kebijakan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penurunan subsidi BBM tertentu pada tahun depan.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” tegas Ibrahim.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan Jumat. Namun, pergerakannya tetap berpotensi fluktuatif mengikuti perkembangan dolar AS, kebijakan The Fed, dan situasi geopolitik global.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026

Leave a Reply