RI Berencana Bangun 14.000 Km Rel Kereta, Kebutuhan Investasi Rp1.200 Triliun

RI Berencana Bangun 14.000 Km Rel Kereta, Kebutuhan Investasi Rp1.200 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan/Over Dimension-Overload (ODOL) di Jakarta, Kamis (17/7/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Nusatime.com, JAKARTA – Rencana pembangunan jaringan rel kereta hingga sekitar 14.000 kilometer di Indonesia membutuhkan investasi jumbo. Diperkirakan kebutuhan investasi untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai Rp1.100 triliun hingga Rp1.200 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa kebutuhan investasi jumbo untuk pembangunan jaringan kereta api nasional sepadan dengan nilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah.

“Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa megaproyek ini tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata.

Menurutnya, Pemerintah akan membuka peluang pendanaan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, hingga skema pembiayaan kreatif lainnya. 

Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menekankan integrasi pembangunan perkeretaapian dengan tata ruang dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sehingga lebih optimal dalam mendukung mobilitas barang dan manusia.

“Kita tidak bisa membangun kereta api secara parsial. Harus terintegrasi dengan tata ruang dan pusat ekonomi,” ujarnya. 

Bisnis mencatat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI mengamini rencana reaktivasi masif rel kereta dimulai pada tahun ini. Rencana aktivasi sejatinya telah tercatat dalam dokumen Rencana Induk Perkeretaapiaan Nasional (Ripnas) 2030. 

Pemerintah menargetkan adanya 13 jalur kereta api di Jawa yang akan dihidupkan kembali. Meski demikian, dalam dokumen tersebut target panjang jalur kereta api hanya mencapai 10.524 km.

Rencananya, jaringan perkeretaapiaan di Sumatra akan mencapai 2.900 km yang saat ini baru tersedia 1.854,4 km. Jalur kereta api di Papua ditargetkan mencapai 100 km dan di Sulawesi mencapai 734 km. 

Kemudian di Kalimantan direncanakan jalur kereta api sepanjang 1.200 km. Untuk Jawa, Madura, dan Bali, rencananya akan mencapai 5.590 km dengan jalur aktif saat ini sepanjang 4.921 km. 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul AHY: Butuh Rp1.200 Triliun untuk Bangun 14.000 Km Rel Kereta

Leave a Reply