Rumah Belajar Abyasa, Upaya Mulyodadi Buka Akses Pendidikan bagi Anak Desa

Rumah Belajar Abyasa, Upaya Mulyodadi Buka Akses Pendidikan bagi Anak Desa
Para siswa Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, tampil dalam acara performance class pada 25 Agustus 2026 lalu. (Istimewa)

Nusatime.com, BANTUL — Keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghalangi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan belajar. 

Berangkat dari kepedulian terhadap kesenjangan akses pendidikan, Rumah Belajar Abyasa hadir di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai ruang belajar alternatif yang terbuka dan gratis.

Rumah belajar ini menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak, terutama dari keluarga prasejahtera. 

Tidak sekadar memberikan bimbingan akademik, Rumah Belajar Abyasa juga mengembangkan kegiatan literasi, menulis kreatif, pembelajaran bahasa Inggris, hingga pelatihan keterampilan untuk membangun kepercayaan diri peserta didik.

Nama Abyasa diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna latihan, pembiasaan, atau pengulangan secara berkelanjutan untuk mencapai pemahaman dan kesempurnaan. Filosofi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa proses belajar membutuhkan konsistensi, pendampingan, dan kesempatan untuk terus berkembang.

Dalam menjalankan kegiatannya, Rumah Belajar Abyasa memanfaatkan kios milik Pemerintah Kalurahan Mulyodadi sebagai tempat belajar. Pemanfaatan fasilitas milik kalurahan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap tersedianya ruang pendidikan yang dekat dengan masyarakat.

Program yang dijalankan meliputi bimbingan belajar gratis, kelas literasi dan menulis kreatif, perpustakaan mini, pojok baca, serta kelas intensif persiapan ujian. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan diri, seperti pelatihan berpikir kritis, kerja tim, dan kemampuan berbicara di depan umum.

Rumah Belajar Abyasa turut mengembangkan kelas khusus bahasa Inggris. Dokumentasi kegiatan mencatat adanya kolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam pengembangan modul pembelajaran bahasa Inggris pada 2025.

Para siswa Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, tampil dalam acara performance class pada 25 Agustus 2026 lalu. (Istimewa)
Para siswa Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, tampil dalam acara performance class pada 25 Agustus 2026 lalu. (Istimewa)

Ragam program tersebut memperlihatkan upaya Rumah Belajar Abyasa untuk memperluas pengalaman belajar anak-anak. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan mengerjakan tugas sekolah, tetapi juga sebagai proses membangun kebiasaan belajar, kreativitas, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajar Rumah Belajar Abyasa, Risma, mengatakan program tersebut sangat membantu keluarga prasejahtera dalam memperoleh akses pendidikan tambahan.

“Berdasarkan testimoni dari siswa dan orang tua atau wali siswa, program Rumah Belajar Abyasa ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga prasejahtera dalam memperoleh akses pendidikan tambahan di luar kegiatan belajar di sekolah,” kata Risma, Senin (26/10/2026).

Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, bimbingan belajar berbayar dapat menjadi beban tambahan. Kehadiran Rumah Belajar Abyasa memberikan alternatif bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan belajar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Dukungan Danais untuk Berbagai Kegiatan

Rumah Belajar Abyasa dikembangkan sebagai wadah pendidikan nonformal berbasis komunitas untuk menjawab kesulitan sebagian anak dalam memahami pelajaran sekolah. Biaya, jarak, dan keterbatasan fasilitas menjadi sejumlah kendala yang membuat tidak semua anak dapat mengikuti bimbingan belajar tambahan.

Dukungan pemerintah kalurahan dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta turut berperan dalam pengembangan Rumah Belajar Abyasa. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan program, meningkatkan kapasitas pengajar, serta melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran.

“Dana Keistimewaan juga berperan penting dalam terselenggaranya berbagai program pada Rumah Belajar Abyasa, seperti kegiatan parenting untuk wali siswa dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas tentor,” ujarnya.

Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggelar kelas orang tua atau parenting, baru-baru ini. (Istimewa)
Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggelar kelas orang tua atau parenting, baru-baru ini. (Istimewa)

Menurut Risma, dukungan tersebut juga membantu pengadaan fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran sehingga rumah belajar dapat berkembang.

“Dana Keistimewaan juga berperan dalam pengadaan fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pembelajaran di Rumah Belajar Abyasa sehingga rumah belajar ini menjadi lebih berkembang,” kata dia.

Lurah Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, S.H., mengatakan keberadaan Rumah Belajar Abyasa memberikan kesempatan bagi warga, khususnya keluarga prasejahtera, untuk mengakses pendidikan tambahan dan pendampingan belajar.

Menurut dia, pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan di sekolah. Dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat juga diperlukan agar anak-anak dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan secara optimal.

“Melalui Rumah Belajar Abyasa, kami berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan relevan dengan kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia juga mengatakan dukungan Dana Keistimewaan memberikan kesempatan bagi pemerintah kalurahan untuk meningkatkan kualitas layanan Rumah Belajar Abyasa.

“Dana Keistimewaan tentu menjadi dukungan bagi kami untuk mengembangkan dan memajukan Rumah Belajar Abyasa agar lebih baik lagi. Melalui dukungan tersebut, kami bisa melengkapi sarana-prasarana maupun memenuhi berbagai keperluan lainnya,” kata Ari.

Meski demikian, menurut Ari, keberhasilan rumah belajar tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya kegiatan atau besarnya dukungan anggaran. Manfaat program perlu dilihat dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan Rumah Belajar Abyasa juga diarahkan untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Pemerintah Kalurahan Mulyodadi berupaya menyinergikan upaya tersebut dengan kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Menurut Ari, keterlibatan keluarga penting agar proses belajar tidak berhenti ketika anak meninggalkan ruang kelas atau rumah belajar. Orang tua diharapkan turut mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter anak di tengah tantangan zaman.

“Melalui Rumah Belajar Abyasa, kami tidak hanya ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak, tetapi juga membangun kapasitas keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” kata dia.

Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggelar bimtek public speaking, baru-baru ini. (Istimewa)
Rumah Belajar Abyasa di Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggelar bimtek public speaking, baru-baru ini. (Istimewa)

Kegiatan parenting menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan program pendidikan dengan kebutuhan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan dapat memperoleh bekal untuk mendampingi anak belajar dan mendukung perkembangan mereka di rumah.

Di sisi lain, keterlibatan pengajar dan relawan juga menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program. Peningkatan kapasitas tutor diharapkan dapat memperkuat kualitas pendampingan belajar sekaligus membuat kegiatan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

 “Kami berharap Rumah Belajar Abyasa dapat terus tumbuh menjadi ekosistem belajar masyarakat yang berkelanjutan, partisipatif, dan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia dari tingkat keluarga dan desa,” ujarnya.

Leave a Reply