Sebaran Apam Yaa Qawiyyu Jatinom Digelar Jumat Siang, Gunungan Diserahkan

Sebaran Apam Yaa Qawiyyu Jatinom Digelar Jumat Siang, Gunungan Diserahkan
Upacara serah terima gunungan apam di depan Masjid Gedhe Jatinom, Kamis (30/7/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Nusatime.com, KLATEN — Tradisi Sebaran Apam Yaa Qawiyyu di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), akan mencapai puncaknya pada Jumat (31/7/2026) siang. Menjelang pelaksanaan tradisi yang telah berlangsung lebih dari empat abad itu, panitia menggelar kirab budaya dan prosesi serah terima dua gunungan apam, Kamis (30/7/2026).

Kirab yang diikuti jajaran Forkopimcam Jatinom itu mengarak dua gunungan berisi apam dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Alit Jatinom, kemudian berlanjut ke Masjid Gedhe Jatinom. Setelah tiba di lokasi, digelar upacara serah terima gunungan sebagai penanda dimulainya rangkaian puncak tradisi.

Gunungan diserahkan Camat Jatinom, Agus Sunyata, kepada peraga Kiai Ageng Gribig bersama Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG). Prosesi dilanjutkan dengan zikir, tahlil, dan doa di kompleks makam Kiai Ageng Gribig.

Gunungan Apam Jadi Simbol Sedekah Warga

Upacara serah terima gunungan apam di depan Masjid Gedhe Jatinom, Kamis (30/7/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)
Upacara serah terima gunungan apam di depan Masjid Gedhe Jatinom, Kamis (30/7/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Ketua Dewan Pembina sekaligus sumber kesejarahan P3KAG, KRT Moh Daryanta Rekso Hastonodipuro, menjelaskan dua gunungan apam merupakan simbol sedekah masyarakat Jatinom dan sekitarnya. Penyerahan gunungan juga menjadi penanda dibukanya penerimaan sedekah apam dari masyarakat.

Warga dapat menyerahkan apam di panggung lokasi sebaran. Hingga Kamis sore, masyarakat tampak berdatangan untuk menyumbangkan apam. Panitia menerima seluruh sedekah tersebut dan mencatat nama serta daerah asal para penyumbang.

“Ada yang dari luar Kabupaten Klaten juga. Ada yang dari Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, serta Solo,” ujar Daryanta saat ditemui di Masjid Gedhe Jatinom, Kamis.

Penerimaan sedekah apam dibuka hingga Jumat (31/7/2026). Seusai Salat Jumat, seluruh apam yang terkumpul, termasuk apam dari dua gunungan, akan disebarkan kepada masyarakat melalui dua menara dan panggung tamu.

Tradisi Yaa Qawiyyu telah digelar selama lebih dari empat abad setiap memasuki bulan Safar. Tradisi yang lekat dengan sosok Kiai Ageng Gribig itu sarat dengan pesan spiritual, terutama tentang sedekah, ketakwaan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Nama apam diyakini berasal dari bahasa Arab al-afwun yang bermakna ampunan. Sementara Yaa Qawiyyu berarti Wahai Yang Maha Kuat, doa yang terus dilantunkan selama rangkaian tradisi berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadikan Sebaran Apam Yaa Qawiyyu bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga warisan religius yang terus dijaga masyarakat Jatinom dari generasi ke generasi.

Leave a Reply