Nusatime.com, SRAGEN — Ribuan pengunjung memadati lokasi Pasar Bahulak yang terletak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Minggu (27/9/2026). Hari itu menjadi momentum spesial pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Pasar Bahulak dihadiri sejumlah pejabat dari DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) serta dimeriahkan delapan kelompok kesenian tayub dalam Festival Tayub Gaya Sragen.
Pemerintah Desa Karungan memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 4.000 orang. Area parkir membeludak. Para pengunjung terpaksa harus parkir di pinggir jalan raya dan memanfaatkan jalan-jalan kampung. Membeludaknya pengunjung karena adanya Festival Tayub Gaya Sragen. Festival tersebut merupakan hasil kerja sama Pasar Bahulak dengan ISI Surakarta dan Unisri Surakarta dalam Program Penelitian Inovasi Seni Nusantara (PISN).
Legislator DPR RI Sriyanto Saputro dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir turut hadir dalam momentum tersebut. Legislator DPRD Provinsi Jateng Mukafi Fadli dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sragen I Yusep Wahyudi ikut membersamai.
Anggota DPR RI, Sriyanto Saputro, mengaku baru kali pertama datang ke Pasar Bahulak Sragen. Politikus Partai Gerindra dari Dapil IV Jateng tersebut mengaku kagum dengan geliat ekonomi dan pelestarian budaya di Pasar Bahulak. Menurutnya, inovasi pasar tradisional ini menjadi bukti nyata bahwa desa mampu mandiri dan berdaya saing melalui sektor pariwisata.
Sriyanto mengapresiasi masyarakat dan pengelola yang berhasil menciptakan ruang positif untuk membangkitkan perekonomian desa sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Jujur, saya baru pertama kali hadir di Pasar Bahulak. Sekali datang, saya melihat ini sangat luar biasa dan membanggakan. Di sebuah desa ada aktivitas positif yang membangkitkan ekonomi, mengembangkan UMKM, sekaligus menjadi sarana nguri-uri [melestarikan] tradisi dan budaya kita,” ujar Sriyanto kepada wartawan.
Sriyanto berpendapat Pasar Bahulak memiliki potensi besar untuk membawa Desa Karungan berkembang menjadi desa wisata berkelas. Dia menekankan pentingnya kreativitas yang berkelanjutan dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi memajukan potensi desa.
“Karena ini dapil saya, saya siap berkolaborasi, memberi motivasi, dan bersinergi demi kemajuan Pasar Bahulak dan Desa Karungan,” katanya.
Sriyanto siap mengomunikasikan potensi Desa Karungan ke tingkat pusat, supaya dapat terjalin sinergi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Desa untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), serta kementerian di bidang pariwisata dan kebudayaan.
“Kaitannya dengan BUMDes, misalnya, bisa melalui sentuhan Kementerian Desa. Dari segi budaya dan pariwisatanya juga akan kami komunikasikan. Termasuk infrastruktur di desa yang nanti bisa terus kami dorong dan tingkatkan,” jelas dia.
Sriyanto berharap kesuksesan Pasar Bahulak dapat memicu semangat desa-desa lain di Kabupaten Sragen untuk menggali keunggulan local masing-masing. Dia mengatakan desa perlu fokus pada keunikan komoditas atau sumber daya yang dimiliki, seperti sektor agrowisatanya. Dia menyatakan pengembangan potensi desa membutuhkan gotong-royong dari berbagai elemen, termasuk keterlibatan perguruan tinggi.
Kepala Desa Karungan, Plupuh, Sragen, Joko Sunarso, saat dihubungi Espos, Senin (28/9/2026), menyampaikan Festival Tayub Gaya Sragen merupakan hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam Program PISN Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dia menjelaskan dalam festival tersebut ada 12 kelompok seni yang mendaftar tetapi yang tampil ada delapan kelompok seni tayub dengan anggota lima orang per kelompok.
Joko mengungkapkan dalam penilaian lomba tayub, panitia menghadirkan tim juri yang terdiri atas Nandhang Wisnu Pamenang dari ISI Surakarta; Arko Kilat Kusumaningrat selaku Pamong Budaya Jawa Tengah; dan Monica Sugiyanti sebagai Pamong Budaya Kabupaten Sragen.
Berikut Daftar Juara Festival Tayub Gaya Sragen
Juara I : group seni atas nama Andara Kiirana Mahesti
Juara II : group seni atas nama Titis Andayu Ramadani
Juara III : group seni atas nama Yesa Nur Yansah
Hadiah
Juara I : Uang Rp1 juta dari PISN + Uang Pembinaan dari TANI MERDEKA Rp400.000 + Piala dan Sertifikat
Juara II : Uang Rp750.000 dari PISN + Uang Pembinaan dari TANI MERDEKA Rp400.000 + Piala dan Sertifikat
Juara III : Uang Rp500.000 dari PISN + Uang Pembinaan dari TANI MERDEKA Rp400.000 + Piala dan Sertifikat
Sumber: Pemdes Karungan.

Leave a Reply