Nusatime.com, SRAGEN — Bupati Sragen Sigit Pamungkas resmi membuka Sragen Batik Heritage Fest 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (3-4/10/2026). Dalam pembukaan event akbar tersebut, Bupati mengajak para perajin batik Sragen terus berinovasi dan mengajak masyarakat menjadikan batik sebagai gaya hidup.
Pembukaan secara simbolis dilakukan Bupati dan Wabup beserta pejabat Forkompimda Sragen dengan memukul kentongan bersama-sama. Selanjutnya, Bupati dan rombongan meninjau stand usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) batik, kuliner, dan lainnya. Di tengah peninjauan UMKM, pertunjukan musik dangdut pun dimulai. Pada momentum tersebut akan dihadiri penyanyi Silvy Kumalasari.
Bupati Sigit mengungkapkan Hari Batik yang jatuh setiap 2 Oktober diperingati karena batik menjadi identitas budaya Indonesia. Dia menyatakan batik diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda. Atas dasar itulah, Bupati mengajak seluruh pengrajin dan stakeholder serta masyarakat bisa mengembangkan dan mempergunakan batik bagi generasi muda.
“Sragen memiliki potensi batik yang besar. Batik Sragen memiliki karakter dan sejarah panjang, bahkan para pengrajin batik masih terus bertahan hingga sekarang. Saya mengajak para pengrajin batik terus berkreativitas dan terus berinovasi agar terus eksis sampai masa depan. Batik juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menyambut baik atas penyelenggaraan Sragen Batik Herutage Fest 2026. Dia berharap event ini menjadi pertemuan budaya kreatif dengan ekonomi. Dia tidak ragu-ragu menyelenggarakan event besar di Sragen untuk mengangkat batik Sragen. Dia menyatakan infrastruktur Sragen sudah memadai sehingga wajah Sragen terlihat lebih bagus.
Dia ingin event Hari Batik menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung di Sragen. Dia melihat ada karnaval, pentas seni, workshop, festival kuliner, dan lainnya yang berlangsung dua hari.
“Saya berharap Sragen Batik Heritage Fest 2026 bisa menjadi ruang masyarakat mengenal lebih baik tentang batik Sragen. Seluruh lapisan masyarakat, terutama para pengrajin terus mengembangkan batik. Kepada generasi muda, batik warisan budaya masa lalu dan harus dibawa jadi bagian masa depan. Jadikan batik jadi gaya hidup, fashion, dan ekonomi kreatif,” jelas dia.
Sigit berterima kasih kepada Dekranasda Sragen, perangkat daerah, perajin, pelaku UMKM, komunitas seni, dan lainnya atas terselenggaranya event ini. Dia berharap event besar ini bisa memberi hiburan kepada masyarakat.

Leave a Reply