Nusatime.com, SEMARANG — Semarang Zoo atau Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang menambah koleksi satwanya setelah kelahiran tiga anak harimau benggala. Ketiga anak harimau itu berjenis kelamin dua jantan dan satu betina.
Ketiga anak harimau tersebut merupakan hasil perkawinan harimau jantan bernama Rangga dan betina bernama Manis. Kehadiran mereka menjadi magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang Zoo pada akhir pekan ini.
Menariknya, nama ketiga anak harimau itu diberi nama yang diambil dari ikon populer Kota Semarang. Nara anak harimau benggala betina diambil dari kata Pandanaran. Sedangkan nama Lawang merujuk pada Lawang Sewu dan Semar berasal dari nama Semarang.
Koordinator Bidang Konservasi Satwa Semarang Zoo, drh. Yudi Ardianto, mengatakan ketiga anak harimau itu berusia sekitar dua setengah bulan. Kelahiran mereka merupakan bagian dari program pengembangbiakan yang dirintis manajemen Semarang Zoo sejak sekitar satu setengah tahun lalu.
Program tersebut bertujuan menjaga kelestarian spesies sekaligus mempertahankan kemurnian genetik harimau benggala. Semarang Zoo juga mulai mencari pasangan yang sesuai dari lembaga konservasi lain melalui pertukaran atau hibah satwa maupun skema breeding loan untuk mencegah perkawinan sedarah.
“Untuk perawatannya, kita gunakan semi-handling yang mana kita mengembalikan kepada induknya. Kemudian kita melakukan pendekatan atau pelatihan terhadap anaknya,” tutur Yudi, Minggu (18/10/2026).
Metode tersebut dilakukan agar anak harimau terbiasa berinteraksi dengan penjaga satwa dan tim medis. Sehingga pemeriksaan kesehatan berkala maupun penanganan ketika sakit diharapkan dapat dilakukan lebih mudah tanpa harus melalui proses pendekatan yang panjang.
Yudi mengatakan induk harimau juga dapat menerima metode perawatan tersebut. Manis masih mengasuh anak-anaknya dengan baik, termasuk menjilati tubuh mereka dan mengajak bermain.
“Kondisi kesehatan indukan masih tetap berusaha mengasuh dengan baik dengan cara menggrooming (menggeram) dan masih berusaha untuk diajak main dan lain-lain,” ungkap Yudi.
Selain itu, ketiga anak harimau benggala itu juga mulai belajar mengonsumsi daging seperti ayam dan sapi. Kehadiran tiga anak harimau itu menjadi salah satu upaya Semarang Zoo memperkuat daya tarik wisata sekaligus mengenalkan pentingnya konservasi satwa kepada masyarakat.
Sementara itu, Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Ikha Oktaviani, mengumumkan perubahan harga tiket masuk. Warga Kota Semarang cukup membayar Rp10.000, sedangkan warga luar kota Rp15.000. Kebijakan baru ini berlaku sampai akhir 2026.
Bagi wisatawan yang ingin berinteraksi dan berfoto bersama anak harimau dikenai biaya Rp10.000. Lalu aktivitas menunggang unta atau kuda dikenai tarif Rp20.000 untuk dua putaran. Kemudian aktivitas berinteraksi, berfoto, dan memberi makan gajah dikenai biaya Rp20.000.
Ikha membeberkan biaya interaksi dengan anak harimau merupakan biaya konservasi. Ia berharap pembenahan yang dilakukan pengelola dapat membuat Semarang Zoo semakin siap menyambut peningkatan jumlah pengunjung menjelang pergantian tahun 2026 ke 2027.
“Kita mohon doanya kepada seluruh masyarakat, para pemerhati maupun pecinta satwa, mudah-mudahan harapan kami ini bisa tercapai,” pungkas Ikha.

Leave a Reply