Nusatime.com, SOLO — Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo, Honda Hendarto, mendorong Pemkot Solo meniru Pemprov Jakarta yang menggratiskan sekolah swasta dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Kebijakan itu dinilai sangat penting untuk memastikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat. Pendapat tersebut disampaikan Honda saat berbincang dengan wartawan, Rabu (6/5/2026).
“Saya membaca berita kebijakan Provinsi Jakarta, Pak Gubernur Pramono [Anung], melihat dari situ, memahami berita tersebut, saya mempunyai pemikiran, kenapa Kota Solo tidak meniru hal-hal yang baik seperti di Jakarta yaitu membebaskan biaya pendidikan di sektor sekolah swasta,” ujar dia.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo itu meyakini APBD Solo mampu untuk menjalankan program tersebut. “Kota Solo dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, tapi itu tidak menutup kemungkinan untuk dicoba dengan kriteria-kriteria tertentu kan,” terang dia.
“Contoh kalau di Jakarta dari tingkat yang saya baca, dari TK sampai SMA ada kebijakan dari Gubernur untuk digratiskan. Digratiskannya seperti apa kan belum tahu. Dalam hal ini kenapa Solo tidak? Saya yakin Kota Solo bisa,” tambahnya.
Namun, Honda mengakui harus ada kriteria peserta program sekolah swasta gratis. “Dengan kemampuan keuangan daerah kita, ya tidak TK, SD, SMP, SMA lah, paling tidak bisa mengimplementasikan wujud dari sebuah UUD 1945 mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi pendidikan wajib sembilan tahun. Ya kalau kemampuan keuangan kita enggak bisa ya SD dulu atau TK dulu, coba bertahap kan,” tegas dia.
Honda mencontohkan program PKMS Solo di era Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. “Saya terinspirasi dari Pak Rudy dulu. PKMS yang awalnya berapa kemudian naik jadi berapa. Bertahap, setiap tahun naik, akhirnya sampai ke KIS PBI. Toh bisa,” urai dia.
Honda menjelaskan urusan wajib yang sudah dilaksanakan Pemkot Solo yaitu kesehatan, Pemkot mengkaver biaya kesehatan warga. Namun, pendidikan juga adalah urusan wajib, sehingga Honda mengajak Pemkot Solo mengkaver urusan wajib kedua yaitu pendidikan.
Dibahas Bersama
Teknis pelaksanaan program sekolah swasta gratis, menurut Honda, bisa dibahas dan digodok bersama berbagai pihak. Pemkot Solo melalui Wali Kota dan Dinas Pendidikan bisa menggelar forum group discussion (FGD) program itu.
“Entah apa pun bentuknya, teknis seperti apa mangga nanti bisa dirumuskan Pak Wali Kota, Pemkot Solo melalui Dinas Pendidikan mengadakan FGD formulasinya seperti apa, siapa yang disasar, siswa-siswa mana, kriterianya seperti apa. Saya kira kalau kita meniru Jakarta, study banding ke Jakarta, seperti apa formulasinya, teknisnya, Solo mampu,” tandas dia.
Honda menjelaskan program sekolah swasta gratis akan membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang lesu. Ia menyebut untuk bidang kesehatan, APBD mampu menganggarkan hampir Rp60 miliar.
“Apalagi bidang pendidikan. Bila itu sudah bisa ditangani Pemkot, saya kira dalam kondisi ekonomi seperti ini akan sangat membantu atau meringankan warga Solo,” ujar dia.
Ihwal kriteria peserta program sekolah swasta gratis, menurut Honda, bisa dirumuskan bersama. Yang jelas menurut dia tidak tepat bila anaknya menjadi peserta program itu.
“Harus ada kriterianya. Contoh enggak pantas lah kalau anaknya Honda disubsidi Pemkot. Saya kira di Jakarta pun akan seperti itu. Tidak mungkin anaknya Pak Pramono disubsidi Pemprov Jakarta. Data harus betul-betul murni, sehingga program bisa tepat sasaran, maksud dan tujuan kita mencerdaskan kehidupan bangsa kepada masyarakat yang belum mampu ekonominya bisa terwujud,” urai dia.
Ditanya dengan pendapatan asli daerah (PAD) Solo yang masih kurang dari Rp1 triliun per tahun, Honda meyakini kota ini mampu menjalankan program sekolah swasta gratis. Tapi harus ada efisiensi anggaran daerah di banyak pos seperti perjalanan dinas, bahan bakar minyak (BBM), dan lain-lain.
“Sangat mampu, tinggal niatnya ada atau tidak. Semuanya diefisiensi. Perjalanan dinas, BBM, efisiensi semua, masukkan ke bidang pendidikan. Dan bukan hanya perjalanan dinas eksekutif, legislatif pun harus memahami. Ini penting sekali, ini fundamental sekali. Sektor pendidikan lebih dari segala-galanya,” tandas dia.

Leave a Reply