Nusatime.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan menutup sementara Jalan Tentara Pelajar di kawasan Gilingan, Banjarsari, selama dua hari pada Senin-Selasa (6-7/7/2026). Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan Merti Desa Bibis Kulon 2026.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Andri Wahyudi, mengatakan penutupan berlaku di ruas Jalan Tentara Pelajar mulai Simpang Tiga Ganesha hingga Simpang Empat Kreteg Abang.
Penutupan dimulai pada Senin pukul 08.00 WIB hingga Selasa pukul 16.00 WIB.
“Mulai Senin pagi pukul 08.00 WIB kami akan menutup sementara Jalan Tentara Pelajar dari Sp. Ganesha sampai Sp. Jembatan Merah atau Kreteg Abang. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan rangkaian acara Merti Desa Bibis Kulon berjalan tertib dan aman. Mengingat tingginya antusiasme warga dalam menyambut agenda tahunan tradisi bersih desa ini, pengalihan kendaraan telah dipetakan secara detail agar tidak memicu kemacetan parah di area sekitar,” kata Andri kepada Espos, Minggu (5/7/2026).
Jalur Alternatif Disiapkan
Dishub Solo telah menyiapkan pengalihan arus bagi pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan tersebut.
Kendaraan roda dua maupun roda empat diarahkan melewati Jalan Walanda Maramis. Sementara kendaraan berdimensi besar, termasuk truk, dialihkan melalui Jalan A. Yani dan Jalan Brigjen Katamso.
“Untuk kendaraan roda 2 dan roda 4, bisa melintasi Jalan Walanda Maramis sebagai jalur alternatif. Sedangkan untuk kendaraan besar dan truk, rute dialihkan melalui Jalan A. Yani dan Jalan Brigjen Katamso,” jelasnya.
Dishub mengimbau pengguna jalan mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi demi menjaga keselamatan.
Sebagai informasi, yang dilansir Espos dari akun @mertidesa_bibiskulon, perhelatan Merti Desa Bibis Kulon 2026 sendiri merupakan wujud syukur, pelestarian tradisi, sekaligus momen mempererat kebersamaan antarwarga. Agenda budaya yang berlangsung pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2026 ini menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa sakral dan hiburan rakyat yang sarat akan nilai leluhur.
Rangkaian acara diawali dengan aksi gotong royong warga dalam kegiatan Kerja Bakti Nawu Sendang di Sendang Mbah Meyek. Ritual pembersihan sumber mata air ini melambangkan penyucian diri dan pelestarian lingkungan hidup.
Puncak kemeriahan merti desa akan disemarakkan oleh Kirab Budaya yang menampilkan arak-arakan potensi lokal dan adat khas Jawa. Tidak hanya itu, warga juga akan menggelar kenduri sebagai bentuk doa bersama atas berkah yang melimpah, dilanjutkan dengan Penampilan Reog yang atraktif untuk menghibur seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai pemungkas seluruh rangkaian acara budaya ini, panitia telah menjadwalkan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Pertunjukan seni adiluhung ini diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan hiburan visual, melainkan juga tuntunan moral bagi warga dalam menjaga kerukunan serta melestarikan warisan leluhur sebagai identitas bangsa menuju desa yang rukun, maju, dan sejahtera.

Leave a Reply