Ahda Belum Ditemukan, Keluarga Harap KM Virgo Transport 8 Segera Diangkat

Ahda Belum Ditemukan, Keluarga Harap KM Virgo Transport 8 Segera Diangkat
Sejumlah personel TNI AL mengangkat perahu karet saat operasi SAR KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Rabu (16/9/2026). (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/wsj)

Nusatime.com, KARANGANYAR — Keluarga Ahda Dhiyaurohman, 18, warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih menanti kepastian keberadaan anak mereka setelah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Hingga kini, Ahda belum ditemukan. Keluarga berharap badan kapal segera diangkat agar pencarian di dalam kapal dapat dilanjutkan.

Ayah Ahda, Nurul Bahri, mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan anaknya. Dia belum mengetahui apakah Ahda masih berada di dalam kapal atau sudah berada di luar kapal.

Dia memahami pencarian di dalam badan kapal dihentikan sementara karena kemungkinan ada pertimbangan keselamatan bagi para penyelam. Meski demikian, dia mengaku kurang nyaman dengan penghentian tersebut lantaran keluarga masih menunggu kepastian nasib Ahda.

“Terus terang memang kurang nyaman dengan dihentikan. Ya ini karena belum ada kejelasan. Tapi juga kita menyerahkan semuanya pada Allah. Kita hanya berharap sama Allah saja,” ujar Nurul dalam wawancara dengan Espos, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, pencarian oleh tim SAR untuk sementara masih dilakukan di area permukaan. Sementara itu, pencarian di dalam badan kapal akan dilanjutkan setelah kapal diangkat dan dibalik. Dia berharap proses pengangkatan kapal segera dilakukan sehingga pencarian Ahda dapat kembali dilanjutkan.

“Harapan kami, mudah-mudahan segera ada kejelasan dan kapal bisa segera diangkat, pencarian bisa diteruskan begitu,” katanya.

Dia mengatakan berdasarkan informasi yang diketahuinya, pencarian di dalam kapal sebelumnya dilakukan di bagian lambung sebelah kanan. Sementara itu, bagian lambung sebelah kiri belum dilakukan pencarian.

Dia memahami tim SAR memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan langkah pencarian, terutama untuk menjaga keselamatan penyelam. Meski begitu, keluarga berharap proses pencarian dapat dilanjutkan setelah badan kapal berhasil diangkat.

Selain menunggu kelanjutan pencarian, dia mengaku belum memperoleh informasi secara terperinci mengenai hasil audiensi keluarga korban dengan pihak Virgo yang berlangsung sehari sebelumnya. Dia tidak menghadiri pertemuan tersebut karena berada di Karanganyar.

Dia sempat menghubungi salah satu pihak Virgo melalui pesan singkat, tetapi belum mendapatkan penjelasan yang lengkap mengenai pokok pembahasan audiensi.

“Sekilas jawabannya hanya tentang salvage atau pengangkatan kapal, sedangkan isinya apa saja yang lebih rinci saya belum mendapatkan informasinya,” ungkapnya.

Dia mengatakan keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan kecelakaan tersebut. Di tengah ketidakpastian keberadaan Ahda, dia mengaku berusaha menerima keadaan dan tetap berprasangka baik terhadap ketentuan Allah SWT. Dia berharap ada hikmah di balik musibah yang menimpa keluarganya.

“Kami selaku orang tua dengan takdir seperti ini, ya tentunya tetap harus berhusnuzan, berprasangka baik dengan ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Dia berharap anaknya segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian setelah menunggu selama hampir sebulan sejak kapal tenggelam.

“Sangat mudah bagi Allah untuk mempertemukan Ahda kepada kita. Hanya saja sampai sekarang juga masih belum ada kejelasan dan itu insyaallah ada hikmah yang luar biasa bagi kita bersama. Khususnya bagi orang tua dan juga bagi Ahda, insyaallah,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tenggelam pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Ahda merupakan satu dari tiga pemuda asal Desa Ngringo yang menjadi penumpang kapal tersebut. Dua rekannya, Jevon Joechelin Jothan, 19, dan Aldo Nurahmansya, 19, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dimakamkan. Sementara itu, Ahda hingga kini masih belum ditemukan.

Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai kartu tanda penduduk (KTP) Ahda yang disebut ditemukan di saku salah satu jenazah korban. Namun, informasi tersebut belum terbukti sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan identitas jenazah.

Keluarga masih menunggu hasil identifikasi resmi, termasuk pencocokan DNA keluarga dengan jenazah korban yang telah ditemukan.

Leave a Reply