Angin Kencang Terjang Cawas Klaten, 31 Rumah di 7 Desa Dilaporkan Rusak

Angin Kencang Terjang Cawas Klaten, 31 Rumah di 7 Desa Dilaporkan Rusak
Warga memperbaiki atap rumah yang rusak terdampak angin kencang di wilayah Cawas, Klaten, Sabtu (28/3/2026). (Istimewa/BPBD Klaten)

Nusatime.com, KLATEN — Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cawas, Klaten, Sabtu (28/3/2026). Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga di tujuh desa dilaporkan mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang, hingga menyebabkan tanggul sungai terancam jebol.

Kepala Pelaksana Harian (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, menyampaikan cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Cawas sekitar pukul 13.45 WIB. Intensitas hujan yang sangat tinggi dibarengi dengan angin kencang yang datang secara mendadak.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Klaten, desa terdampak meliputi Cawas, Barepan, Balak, Mlese, Baran, Tirtomarto, dan Tlingsing. Meski kerusakan cukup masif di beberapa lokasi, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dampaknya berupa kerusakan sejumlah bangunan,” kata Syahruna saat diwawancarai Espos, Minggu (29/3/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan tim reaksi cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan dan membantu evakuasi. Dari hasil asessemen sementara, dampak kerusakan mencakup berbagai sektor.

​”Laporan hingga malam ini, tercatat ada 31 rumah warga yang mengalami rusak ringan, mayoritas pada bagian atap karena genting yang beterbangan atau tertimpa dahan pohon. Selain itu, terdapat satu fasilitas umum, tiga tempat usaha, dan tiga tempat ibadah yang juga mengalami kerusakan ringan,” jelasnya.

Tak hanya bangunan, amukan angin juga merobohkan tujuh titik pohon besar yang mengakibatkan lima akses jalan antardesa sempat terganggu. Kerusakan sarana prasarana lainnya meliputi tiga tiang lampu jalan desa yang roboh serta satu unit mobil milik warga yang mengalami kerusakan ringan akibat terkena material bangunan.

Peringatan BMKG

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian BPBD adalah kondisi infrastruktur pengairan di wilayah terdampak. Syahruna menyebutkan adanya laporan satu lokasi tanggul yang longsor.

​”Kami memantau ada satu titik tanggul longsor yang kondisinya cukup kritis dan berpotensi jebol jika kembali diguyur hujan deras. Ini menjadi prioritas pemantauan kami malam ini agar bisa segera dilakukan penanganan darurat terutama logistik bersama instansi terkait,” tambahnya.

Personel gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Klaten, TNI, Polri, Relawan Kecamatan, Relawan Desa, hingga komunitas relawan lainnya bersama masyarakat dan perangkat desa juga membersihkan puing-puing bangunan dan memotong batang pohon tumbang yang melintang di jalan.

​”Saat ini pendataan masih terus berjalan. Kami pastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Fokus kami malam ini adalah memastikan akses jalan kembali normal dan mendistribusikan bantuan logistik darurat bagi warga yang rumahnya terdampak,” kata dia.

BPBD Klaten mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat pohon besar atau tanggul sungai. Masyarakat diminta segera melapor ke perangkat desa atau posko BPBD terdekat jika mendapati kondisi yang membahayakan.

Di sisi lain, Stasiun BMKG Ahmad Yani Semarang pada Minggu (29/3/2026) telah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi muncul dalam waktu tiga hari, 29-31 Maret 2026.

Dalam peringatan tersebut, Klaten masuk kategori Waspada dengan hujan sedang hingga lebat pada 29 dan 31 Maret. Sementara pada 30 Maret, BMKG Ahmad Yani memperingatkan Klaten masuk dalam kategori Siaga dengan intensitas hujan lebat dan sangat lebat yang mungkin akan terjadi.

Leave a Reply