AS Serang Iran karena Miliki Nuklir, Padahal Khamenei Fatwakan Nuklir Haram

AS Serang Iran karena Miliki Nuklir, Padahal Khamenei Fatwakan Nuklir Haram
Ilustrasi senjata nuklir.

Nusatime.com, JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei terbunuh dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu. Alasan penyerangan itu karena Iran memiliki senjata nuklir. Padahal, Khamenei telah memfatwakan bahwa penggunaan senjata nuklir hukumnya haram.

“Musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Ini terjadi saat beliau [Ali Khamenei] telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk penyimpinan produksi maupun penggunaan senjata nuklir adalah fatwanya,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam acara Penandatanganan Petisi dan Doa Bersama terkait agresi Amerika Serikat dan Israel di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Boroujerdi menekankan bahwa seluruh aktivitas nuklir yang ada di negaranya, sepenuhnya berada di bawah pengawasan penuh dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Penargetan Khamenei dengan alasan pengembangan senjata nuklir pun, lanjutnya, semata-mata hanya dalih untuk membunuh.

“Mereka [AS dan Israel] hanya mencari dalih dan alasan untuk menyerang Iran; dan ketika menyerang Iran, dua objek utama pada saat-saat pertama penyerangan dijadikan sasaran. Pertama adalah Kantor Pemimpin Agung Republik Islam Iran dan yang kedua adalah sebuah sekolah SD khusus perempuan,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, diplomat Iran itu mengenang Ali Khamenei, sosok berusia 86 tahun tersebut, sebagai seorang pemimpin agung yang selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida, serta mencurahkan seluruh pemikirannya untuk melawan ekstremisme.

Boroujerdi juga menyebut bahwa Khamenei merupakan pemimpin yang selalu menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas.

Namun demikian, agresi militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) telah merenggut nyawa Khamenei, di mana pemimpin tertinggi Iran itu sedang berupaya melawan apa yang disebut Boroujerdi sebagai “terorisme berbasis negara”.

Menekankan sikap tegas Khamenei terhadap Israel, Dubes Boroujerdi menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran itu tidak pernah “tersenyum” kepada rezim Netanyahu.

“Ia [Ali Khamenei] adalah seorang pemimpin yang tidak pernah senyum dengan rezim Zionis Israel. Ia percaya bahwa apabila muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap yang tegas berhadapan dengan zionis,” ujar Boroujerdi dengan tegas.

Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Israel dan AS, setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya, dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik di kawasan itu terjadi di tengah berlangsungnya perundingan nuklir di Jenewa antara AS dan Iran yang dimediasi Oman.

Leave a Reply