Nusatime.com, TEHERAN — Iran melancarkan serangan rudal terhadap kilang minyak Israel di Haifa sebagai bagian dari eskalasi konflik di Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataannya pada Sabtu menyebut kilang tersebut dihantam rudal Kheibar Shekan.
“Kilang minyak Haifa telah dihantam oleh rudal Kheibar Shekan Iran,” kata IRGC dalam pernyataan resminya.
Selain target di Israel, IRGC juga mengklaim menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, pasukan AS di Hotel Marina Dubai, serta sejumlah sasaran lain di wilayah Haifa.
Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang pada 28 Februari melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa.
Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, ketegangan juga meningkat di wilayah Lebanon. Sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti mengatakan pesawat tempur Israel menyerang 36 permukiman di Lebanon selatan, termasuk area permukiman di kota Tyre, pada Sabtu.
Serangan udara juga dilaporkan menyasar empat permukiman di Lebanon timur serta dua wilayah di pinggiran selatan Beirut.
Selain serangan udara, artileri Israel disebut menembaki sekitar 10 permukiman di Lebanon selatan.
Sementara itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel yang disebut berlangsung selama delapan hari berturut-turut.
OKI menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesucian tempat suci serta hak kebebasan beribadah umat Muslim.
Organisasi itu juga memperingatkan bahwa serangkaian pelanggaran dan serangan terhadap Yerusalem Timur dan tempat-tempat suci dapat memicu siklus kekerasan baru serta semakin menggoyahkan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Leave a Reply