Nusatime.com, SRAGEN — Sebanyak 200-an anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kabupaten Sragen menghadiri halalbihalal di Pendapa Sumonegaran, rumah dinas (rumdin) Bupati Sragen, Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan Kagama Sragen berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sragen yang berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan nasional.
Ketua Pengurus Kagama Cabang Sragen, Aris Wahyudi, kepada Espos, Sabtu (28/3/2026), mengungkapkan dari sekitar 300 anggota Kagama Sragen, sebanyak 200-an orang hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Aris menekankan Kagama ke depan perlu meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
“Sinergisitas perlu dilakukan untuk pembangunan berkelanjutan yang komprehensif menuju daya saing sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” jelas Aris.
Rangkaian halalbihalal berlangsung sederhana, diawali sambutan Ketua Pengurus Kagama, dilanjutkan sambutan Bupati Sragen, kemudian halalbihalal serta tausiah oleh dr. Kinik Darsono.
Aris menerangkan kontribusi Kagama bagi Sragen selama ini cukup signifikan, mulai dari bakti sosial (baksos) di pondok pesantren Tanon, pengobatan gratis, hingga peningkatan kualitas SDM melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Sambirejo.
Kagama Dinilai Perkuat Daya Saing SDM Sragen
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan apresiasi kepada pengurus Kagama yang menggelar acara halalbihalal tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri anggota Kagama Jakarta yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin.
Sigit menyebut Zulfikar sebagai sosok yang mengenalkannya kepada sejumlah tokoh di Jakarta hingga dirinya pernah menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI beberapa tahun lalu.
Dalam kesempatan itu, Bupati memetakan jumlah alumni dari UGM, Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sejumlah kampus besar lainnya. Ia menilai anggota Kagama di lingkungan Pemkab Sragen cukup banyak, terutama di bidang kesehatan dan teknik, sementara dari Ilmu Politik masih minoritas.
Ia menyatakan kondisi tersebut menunjukkan Kagama tumbuh dan berkembang di Sragen.
“Kalau banyak anak-anak Sragen yang kuliah di universitas terbaik di Indonesia maka tingkat daya saing Sragen menjadi meningkat. IPM Sragen yang berada di atas rata-rata nasional dan Jateng itu salah satu penyumbangnya dari Kagama. Kami berharap kontribusi Kagama di bidang masing-masing, seperti di birokrasi, civil society, dan lainnya berorientasi pada pembangunan Sragen,” jelas dia.
Sigit mengungkapkan selama ini Kagama turut membantu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen, yakni sebanyak empat unit. Selain itu, mahasiswa yang melaksanakan KKN juga berperan dalam mempromosikan potensi wisata alam Sragen, khususnya di Sambirejo, sekaligus membantu perbaikan RTLH di wilayah tersebut.
“Biasanya momentum halalbihalal jarang diikuti anak-anak muda karena reuni itu biasanya berisi cerita sukses dari orang yang sudah sukses. Mestinya pertemuan dengan orang-orang sukses ini dibutuhkan yang muda yang belum sukses untuk membangun jaringan. Sesama alumni bisa saling membantu dan mendukung. Saya berkarier di Jakarta dibantu oleh Pak Zulfikar Arse Sadikin sehingga bisa menjadi komisioner KPU RI,” jelas dia.
Sigit mengakui selama menempuh pendidikan di UGM, ia lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dalam waktu hampir lima tahun, tepatnya lima tahun kurang 10 hari. Ia meyakini anggota Kagama merupakan pribadi yang matang dalam proses sehingga saat memasuki dunia kerja sudah siap dan dapat diandalkan.

Leave a Reply