Nusatime.com, SRAGEN — Sebagai wujud upaya penghematan energi, Bupati Sragen Sigit Pamungkas berangkat bekerja ke kantor naik sepeda kayuh atau onthel pada Senin (6/4/2026).
Bupati Sigit Pamungkas bersepeda menempuh perjalanan sejauh 5 km dari Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen di wilayah Kauman, Sragen Wetan, menuju ke Kantor Dinas Bupati Sragen di kompleks Kantor Terpadu Pemda Sragen di Sine, Sragen.
Sigit menaiki sepeda onthel yang dibelinya dari Pasar Sepeda Pasar Nglangon, Sragen, saat awal-awal menjabat. Ia bersepeda ditemani ajudan dan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.
Rute yang dilewati bukanlah rute jalan protokol tetapi rute jalan alternatif. Rutenya dari Rumdin Bupati melewati jalan Kampung Kauman hingga tembus ke Jl Slamet Riyadi.
Ia menelusuri Jl Slamet Riyadi dari Kauman sampai Tegalsari hingga tembus ke Makam Pahlawan Maning lalu ke barat melewat Yoif 408/Suhbrastha hingga tembus simpang empat SMPN 6 Sragen. Dari simpang empat menuju Jl Dr Sutomo hingga tembus ke boulevard Kantor Terpadu Pemda Sragen.
Perjalanannya cukup cepat, sekitar 15 menit. Kecepatan bersepedanya sekitar 20 km/jam. Sesampainya di kantor, Bupati disambut Wakil Bupati (Wabup) Suroto. Mereka kemudian memasuki ruang kerja.
“Bersepeda ini menjadi bagian untuk melaksanakan anjuran pemerintah dalam penghematan energi. Kami sedapat mungkin melakukan mobilitas dengan bersepeda, kecuali kalau ada alasan khusus atau uzur yang tidak memungkinkan untuk berepeda. Misalnya sakit atau memang tidak bisa naik sepeda atau ada mobilitas tinggi di luar daerah atau kunjungan wilayah yang jauh,” jelas dia.
Sigit menyampaikan sepanjang jarak yang ditempuh untuk bersepeda memungkinkan maka bisa dilakukan untuk menyukseskan hemat energi. Bersepeda saat pergi kerja ke kantor juga diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
Kebijakan WFH
Pada Senin itu mayoritas ASN di Pemkab Sragen masih naik sepeda motor atau mobil meskipun jaraknya dekat. “Kami mendorong dan menganjurkan kepada ASN untuk ikut mendukung program pemerintah. Ya, sedapat mungkin para ASN bisa bersepeda saat berangkat bekerja. Petunjuknya jelas dari Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri] yang nantinya akan di-breakdown dalam bentuk SE. Apa pun bentuknya disukseskan,” jelas Sigit.
Dia menyatakan work from home (WFH) tetap dilaksanakan pada Jumat untuk mengikuti kebijakan nasional. Dia menerangkan penghematan energi itu masalah global bukan kasuistik Indonesia sehingga penghematan energi harus disukseskan di semua jenjang pemerintahan sampai ke level desa.
“Ya, setelah bersepeda ternyata semakin sehat. Kebetulan saat sore, saya sering berkeliling Kota Sragen untuk mengecek jalan dengan bersepeda angin atau naik sepeda motor,” ujar dia.
Salah seorang ASN asal Kroyo, Karangmalang, Sragen, Wagito, juga mengikuti gerakan bersepeda saat berangkat kantor. Wagito menempuh perjalanan 5 km dari rumah yang ditempuh selama 15 menit.
Sesampainya di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen yang kebetulan berada di Lantai III Gedung Kantor Terpadu Pemda Sragen, dia terlihat berkeringat setelah menempuh bersepeda dari rumah.
Sepedanya tidak diparkir bersama sepeda motor tetapi membawa sepedanya naik ke lantai III menggunakan lift. “Saya bersepeda untuk ikut menyukseskan penghematan energi,” jelas dia.

Leave a Reply