China Uji Pesawat Peringatan Dini KJ-3000, Ini Kemampuan Canggihnya

China Uji Pesawat Peringatan Dini KJ-3000, Ini Kemampuan Canggihnya
Pesawat tempur KJ-3000./Military Watch Magazine

Nusatime.com, JAKARTA China terus memperkuat kemampuan militernya melalui pengembangan pesawat peringatan dini dan kendali udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) terbaru, KJ-3000. Kehadiran pesawat ini menjadi perhatian Amerika Serikat (AS) karena dinilai dapat memperluas kemampuan pengawasan dan komando udara Beijing.

Berdasarkan laporan Military Watch Magazine yang dikutip pada Senin (6/7/2026), pengembangan KJ-3000 juga menjadi sorotan dalam laporan terbaru Pentagon. Pesawat tersebut disebut sebagai bagian dari ekspansi besar armada AEW&C milik China yang berperan sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) dalam operasi udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Air Force).

Saat ini, KJ-3000 masih menjalani uji terbang menggunakan dua prototipe yang telah diketahui publik. Pesawat tersebut dikembangkan dari platform Y-20B, pesawat angkut berat buatan China yang menjadi salah satu pesawat angkut militer terbesar yang masih diproduksi saat ini.

Sejumlah sumber di China menyebut radar KJ-3000 dirancang mampu mendeteksi target berteknologi siluman (stealth) pada jarak lebih dari 360 kilometer, meningkat dibandingkan generasi sebelumnya.

Dibekali Radar Digital Generasi Baru

KJ-3000 dikembangkan untuk melengkapi armada KJ-500 yang telah diproduksi dalam jumlah besar. KJ-500 disebut memiliki kemampuan yang sebanding dengan E-7 Wedgetail yang tengah dipersiapkan Angkatan Udara AS sebagai pengganti E-3 Sentry.

Berbeda dari KJ-500 yang menggunakan radar phased array konvensional, KJ-3000 mengusung arsitektur radar digital conformal generasi baru yang diklaim mampu memberikan cakupan pemantauan 360 derajat dengan sensitivitas dan kemampuan pemrosesan data yang lebih tinggi.

Pesawat ini juga dibekali radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang dipasang pada kubah berputar (rotodome). Teknologi tersebut memungkinkan pemindaian ruang udara secara menyeluruh sekaligus memusatkan daya radar pada sektor tertentu untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman.

Menurut Pentagon, KJ-3000 berpotensi menjadi pesawat AEW&C pertama di dunia yang sepenuhnya menggunakan arsitektur radar digital generasi baru. Sistem tersebut didukung jaringan komunikasi data berkecepatan tinggi, teknologi identifikasi target pasif, serta kemampuan antijamming yang lebih canggih.

KJ-3000 juga mampu mengintegrasikan informasi dari berbagai platform militer, seperti pesawat tempur, kapal perang, satelit, drone, hingga pesawat AEW&C lainnya ke dalam satu sistem komando terpadu.

Selain itu, pesawat ini dilengkapi sistem pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling) sehingga mampu menjalankan misi pengawasan dalam durasi yang lebih lama.

Salah satu fokus utama pengembangannya adalah meningkatkan kemampuan mendeteksi pesawat siluman. KJ-3000 diperkirakan mulai memasuki layanan operasional pada akhir dekade 2020-an hingga awal 2030-an, bersamaan dengan pengembangan pesawat tempur generasi keenam China.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “China Uji Pesawat Tempur KJ-3000, Pentagon Ketar-Ketir

Leave a Reply