Nusatime.com, BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat terkait rencana pengambilan air dari Umbul Senjoyo, Kabupaten Semarang, untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Boyolali bagian utara.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto.
“Dari pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau, tinggal kami melengkapi dokumentasi administratif dan kelengkapan lain,” kata dia, Senin (5/10/2026).
Iwan mengungkapkan anggaran yang diajukan kepada pemerintah pusat untuk bantuan pengambilan air dari Umbul Senjoyo sekitar Rp160 miliar. Angka tersebut menggunakan perhitungan harga lama ketika kondisi global belum bergejolak. Iwan mengaku masih perlu menghitung ulang anggaran karena terdapat revisi harga setelah kondisi global memengaruhi anggaran.
Dia menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan pembicaraan awal dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
“Kami saat ini sedang penjajakan, kondisinya sampai saat ini baru pembicaraan awal, belum mengerucut. Doakan saja semoga kerja samanya bisa berjalan lancar,” kata dia.
Jika rencana tersebut benar-benar terealisasi, PDAM Boyolali nantinya akan mengelola dan menyalurkan air untuk 11.000 keluarga yang berada di wilayah Boyolali bagian utara. Terlebih, wilayah tersebut kerap mengalami kekeringan.
“Sebanyak 11.000 pelanggan itu tahapan awal, kalau memang dirasa kurang, mungkin bisa mengajukan lagi untuk penambahan. Insyaallah bisa mengkaver wilayah Boyolali utara,” kata dia.
Tak Hanya Boyolali
Sebelum Boyolali, Iwan mengungkapkan ada kabupaten/kota lain yang terlebih dahulu mengambil air dari kawasan tersebut. Untuk Boyolali, pengambilan air direncanakan berasal dari aliran sungai Umbul Senjoyo, bukan dari umbulnya secara langsung.
Ditanya kapan pengambilan air dari Umbul Senjoyo akan dilaksanakan, Iwan hanya meminta doa tanpa menyebutkan waktu yang pasti.
“Doakan secepatnya karena yang punya anggaran dari pusat, kami hanya tinggal mengikuti saja. Misal kelengkapan sudah kami lengkapi, kami juga butuh verifikasi faktual, verifikasi ulang, penyesuaian harga, dan tahapan lain termasuk ketersediaan tanah,” kata dia.
Iwan menjelaskan yang dimaksud ketersediaan tanah yakni lahan untuk membangun fasilitas pengelolaan air hingga tandon reservoir.
Dia menambahkan wilayah Boyolali bagian utara memang mengalami kekeringan. Perumda Tirta Ampera Boyolali juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
“Kami telah menyumbang sekitar 300 tangki untuk bantuan air bersih di wilayah kekeringan di Boyolali,” kata dia.

Leave a Reply