Nusatime.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal memperbaiki atau merehab 800 unit rumah tak layak huni (RTLH) pada 2026. Program ini dilakukan untuk mewujudkan hunian yang sehat untuk warga serta mengentaskan kawasan kumuh di Kota Solo.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjelaskan telah menerima kunjungan kerja dari Dirjen Perumahan dan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Rini Dyah Mawarty, beserta timnya di Balai Kota Solo, Rabu (12/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Respati mengatakan Pemkot Solo mendapatkan dukungan dari Kementerian PKP untuk melakukan penanganan kawasan kumuh dan juga pembangunan RTLH. Respati menjelaskan dari target 800 unit RTLH tahun ini, penanganan RTLH sudah berjalan di lebih dari 200 unit rumah. Program tersebut ke depan akan dikembangkan menjadi program bedah rumah oleh Kementerian PKP.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PKP atas bantuan dari pemerintah pusat. Di Kota Solo tahun 2026 ini ada 800 RTLH. Nah ini kami semangat sekali, sudah berjalan 200 sekian. Nanti ke depan menjadi program Bedah Rumah sesuai program Menteri PKP soal Bedah Rumah. Ada 800 [RTLH] yang akan didapatkan Kota Solo untuk pengentasan kawasan kumuh,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima Espos.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, melainkan untuk mewujudkan hunian lebih sehat, nyaman, dan aman bagi warga. Penanganan RTLH akan turut memperhatikan kondisi rumah lembap yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit tuberkulosis (TBC).
Terkait penerima manfaat, kata dia, Kementerian PKP akan melakukan survei dengan prioritas masyarakat desil 1 hingga desil 4. Respati mendorong agar proses verifikasi dilakukan secara objektif sehingga bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
“Untuk desil 1 sampai desil 4 akan disurvei dari Kementerian PKP. Ada intervensi untuk terkait rawan TB. Nah itu nanti yang lembap akan diintervensi untuk mencegah pertumbuhan TBC di Kota Solo. Saya berharap ini dapat mewujudkan pemerataan dengan tepat sasaran,” ujar dia.
Selain itu, kata dia, Pemkot Solo telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk penanganan RTLH. Intervensi juga dilakukan melalui dukungan pihak swasta lewat program corporate social responsibility (CSR).

Leave a Reply