Dugaan Keracunan MBG Batang, Korban Melonjak Jadi 521 Orang

Dugaan Keracunan MBG Batang, Korban Melonjak Jadi 521 Orang
Petugas medis RSUB Batang sedang melakukan penanganan pada warga yang mengalami keracunan makan program makanan tambahan (PMT) di Batang, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Nusatime.com, SEMARANG — Jumlah penerima manfaat yang menjalani perawatan atau pengobatan setelah mengalami dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah.

Hingga Jumat (25/9/2026), sebanyak 521 orang tercatat menjalani perawatan atau pengobatan. Mereka tidak hanya terdiri atas siswa, tetapi juga ada balita, orang dewasa, hingga lansia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, dr. Ida Susilaksmi, membenarkan jumlah tersebut. Berdasarkan data per pukul 13.00 WIB, sebanyak 521 orang telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Rujuk ada 173 orang, rawat jalan 326 orang, dan rawat inap ada 23 orang,” kata Ida saat dihubungi Espos, Jumat.

Ida belum merinci lebih jauh mengenai latar belakang 521 orang yang menjalani pengobatan tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa mereka yang mengalami keluhan kesehatan tidak hanya siswa atau siswi.

“Ada balita, ada dewasa dan lansia,” ucapnya.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dalam dua hari terakhir. Pada Rabu (23/9/2026) sore, jumlah orang yang dilaporkan mengalami dugaan keracunan sebanyak 276 orang.

Kemudian pada Kamis (24/9/2026) siang, jumlahnya bertambah menjadi 411 orang. Sehari berikutnya, angka tersebut kembali melonjak hingga mencapai 521 orang.

Tersebar di Lima Fasilitas Kesehatan

Ratusan penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan tersebut mendapatkan penanganan di lima fasilitas kesehatan (faskes), yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang, RSUD Limpung, Puskesmas Subah, Puskesmas Gringsing, dan Puskesmas Bandar.

Meski jumlah orang yang menjalani pengobatan terus bertambah, Ida mengatakan kondisi mereka mulai membaik. Ia juga memastikan fasilitas kesehatan di Batang siap menangani para penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.

“Kondisi [korban] sudah mulai membaik. [Kesiapan nakes dan Faskes mengobati korban?] Semua siap, termasuk tidak ada kesulitan mendapatkan ruang perawatan,” tegasnya.

Adapun menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang terdiri atas nasi, telur saus bolognaise, orak-arik sayur, tahu mendoan, dan buah anggur.

Dinkes Batang telah mengambil sampel menu tersebut pada Kamis (24/9/2026) untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

“Hasil laboratoriumnya keluar satu pekan, semoga tidak meleset,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Bawang, Agung Dedi Santoso, mengatakan terdapat 2.595 penerima manfaat dalam program MBG tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah muncul dugaan keracunan.

“Kita akan mengevaluasi atas kejadian ini. Kita akan evaluasi total entah itu dari bahan bakunya, entah itu dari proses masakannya, ataupun dari relawannya. Kita akan evaluasi total,” kata Agung.

Sebelumnya, sebanyak 276 orang mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG di wilayah Kecamatan Bawang, Batang.

Para penerima manfaat mulai mengalami keluhan kesehatan pada Rabu (23/9/2026) sore setelah mengonsumsi paket makanan MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.

Leave a Reply