GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026

GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencatat tonggak sejarah baru dengan membukukan laba bersih untuk kali pertama sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026. (Istimewa)

Nusatime.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (BEI: GOTO) kembali membukukan laba bersih pada kuartal II/2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar, melanjutkan tren positif setelah meraih laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I/2026.

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis yang semakin kuat. Nilai transaksi bruto inti (core GTV) melonjak 83% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih naik 31% YoY menjadi Rp5,7 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian laba bersih selama dua kuartal berturut-turut menunjukkan fondasi bisnis perusahaan semakin kokoh. Di saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137% dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga menembus Rp1,01 triliun, atau untuk pertama kalinya melampaui angka Rp1 triliun.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis on-demand services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ujar Hans dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Menurut Hans, mulai 1 Juli 2026 Gojek telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 yang membatasi komisi layanan transportasi roda dua menjadi 8%. Meski dampaknya baru akan terlihat pada laporan keuangan kuartal III/2026, kondisi bisnis hingga kini disebut tetap stabil.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun,” katanya.

Hans menambahkan, kontribusi bisnis on-demand services diperkirakan akan menurun akibat kebijakan komisi baru. Namun, pelemahan tersebut diyakini dapat diimbangi oleh pertumbuhan bisnis fintech yang terus menguat.

Selain fokus pada kinerja bisnis, GoTo juga terus memperluas berbagai program bagi mitra pengemudi, mulai dari dukungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, program beasiswa, hingga pemberangkatan umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujar Hans. (NA)

Leave a Reply