Gunung Anak Krakatau 8 Kali Meletus, Semburkan Lava Pijar

Gunung Anak Krakatau 8 Kali Meletus, Semburkan Lava Pijar
Letusan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, Minggu (16/8/2026). (ANTARA/HO-Badan Geologi)

Nusatime.com, LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mengalami delapan kali letusan disertai semburan lava pijar selama periode pengamatan Minggu (16/8/2026). Aktivitas vulkanik tersebut terjadi saat status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Muhammad Dika Nurzaman, mengatakan aktivitas tersebut tercatat pada Minggu mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

“Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, di mana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar,” kata Dika dalam laporan resmi Badan Geologi di Jakarta, Senin (17/8/2026), dilansir Antara.

Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga kemudian tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Asap kawah tersebut membumbung setinggi 10 hingga 300 meter di atas puncak.

Selain aktivitas letusan dan semburan lava pijar, instrumen PVMBG juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan selama periode pengamatan.

Tercatat delapan kali gempa letusan dengan amplitudo 43-60 milimeter dan durasi 34-59 detik. Kemudian terdapat 46 kali gempa hembusan, 10 kali tremor harmonik, serta 11 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Aktivitas tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo dominan 20 milimeter.

Wisatawan Diminta Jauhi Kawah
Dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, PVMBG Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau ataupun melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya lontaran material vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Leave a Reply