Hadapi Pemilu, PDIP Sragen Rapatkan Barisan dan Perketat Administrasi Kader

Hadapi Pemilu, PDIP Sragen Rapatkan Barisan dan Perketat Administrasi Kader
Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukawati (berdiri) memberi pengarahan kepada ratusan pengurus PAC di Pendapa DPC PDIP Sragen, Minggu (4/10/2026). (Istimewa/PDIP Sragen)

Nusatime.com, SRAGEN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen merapatkan barisan dan melakukan penataan administrasi struktural partai secara menyeluruh. Langkah strategis ini dilakukan untuk menghadapi dinamika politik ke depan sekaligus memastikan kesiapan mesin partai hingga tingkat akar rumput.

Seluruh struktural Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sragen dikumpulkan di DPC PDIP Sragen, Minggu (4/10/2026) sore. Mereka mendapat pengarahan langsung dari Ketua DPC PDIP Sragen untuk mempersiapkan administrasi kader partai dalam menghadapi Pemilu 2029 yang semakin kompetitif.

Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukawati, kepada Espos, menekankan saat ini merupakan waktunya untuk merapikan barisan dan memperketat tertib administrasi organisasi partai. Menurut dia, kerapian administrasi harus dibenahi terlebih dahulu sebelum memastikan kesiapan personel di lapangan.

“Kerapian administrasi dan personel menjadi kunci kemenangan PDIP ke depan. Kerapian administrasi diutamakan, baru kemudian merapikan personelnya,” ujar dia.

Bowo, sapaan akrabnya, menyampaikan DPC menerapkan pendataan kader yang sangat terstruktur, mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting. Dia menjelaskan seluruh data pengurus yang jumlahnya hampir mencapai 5.000 orang harus benar-benar terdata by name dan by address, lengkap dengan nomor telepon serta data pendukung lainnya.

Dia menjelaskan setiap kader tidak hanya terdaftar namanya, tetapi juga dilengkapi nomor telepon, kejelasan domisili, hingga persyaratan wajib berupa foto diri dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Pembenahan Administrasi

Bowo menjelaskan pembenahan administrasi secara ketat tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap verifikasi data ke depan, seperti pencegahan data ganda pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Selain itu, jelas dia, sistem baru tersebut memungkinkan transparansi dan pemantauan langsung dari pusat.

“DPP bisa melakukan pengecekan secara acak. Di DPP ada Situation Room, semuanya terpantau melalui sistem. Mulai dari grafik media sosial, progres kegiatan sosial seperti pengobatan gratis apakah berjalan atau tidak, hingga deteksi dini kader yang terdaftar ganda, semuanya bisa diketahui secara pasti lewat sistem tersebut,” jelasnya.

Selain penataan administrasi, Bowo menyampaikan konsolidasi juga memfokuskan pembagian tugas yang jelas (job description) bagi setiap pengurus, serta peningkatan kesiapan dan pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS).

Dengan struktur kepengurusan yang menjangkau hingga tingkat Anak Ranting, Bowo optimistis stabilitas dan soliditas partai akan semakin kuat menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

Leave a Reply