Helikopter MI-17V5 Kecelakaan saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Helikopter MI-17V5 Kecelakaan saat Padamkan Karhutla di Kalteng
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melihat helikopter water bombing beroperasi memadamkan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (ANTARA/Firman)

Nusatime.com, SERUYAN — Helikopter jenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026). Helikopter itu kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

“Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan,” kata Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata.

Dia menjelaskan, helikopter tersebut diketahui menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Telaga Pulang dengan rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.

Saat ini, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dilaporkan sedang menuju lokasi kejadian untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan.

“Kami bersama Pangdam sedang menuju lokasi untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB sebelum mengalami gangguan teknis saat melakukan pengambilan air untuk pemadaman karhutla.

Insiden tersebut terjadi di perairan Desa Sungai Perlu dan menyebabkan delapan personel yang berada di dalam helikopter harus menjalani proses evakuasi oleh tim gabungan.

“Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu,” ujarnya.

Delapan personel yang berada di dalam helikopter tersebut masing-masing Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi dan Serka Kadiya.

Saat ini dua kru berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh personel yang berada di dalam helikopter, sedangkan enam kru lainnya masih dalam proses evakuasi melalui jalur udara dan laut dengan dukungan helikopter Kamov serta tim gabungan,” pungkas Budi.

Leave a Reply