Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama 7 Hari, Ini Syaratnya

Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama 7 Hari, Ini Syaratnya
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat anjlok lebih dari 90 persen selama perang AS/Israel-Iran yang berlangsung sekitar 100 hari. Anadolu Agency/pri.

Nusatime.com, JAKARTA — Pemerintah Iran berencana membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Namun, penawaran ini dengan syarat Amerika Serikat harus meredakan tekanan militer terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Kyodo News pada Selasa (22/9/2026) seperti dilansir Antara.

Dia menyebut tawaran itu telah disampaikan kepada pihak mediator sebagai bagian dari upaya iran yang semakin gencar untuk menghidupkan kembali perundingan dengan AS.

Tawaran tersebut merupakan itikad baik dari pihak Iran untuk memulai kembali perundingan dengan AS demi mewujudkan berakhirnya permusuhan secara permanen antara kedua negara.

Dengan momen Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan ini, lanjut pejabat senior itu, Iran akan memanfaatkan agenda tersebut untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara yang selama ini berperan sebagai mediator.

Namun demikian, dia memastikan tidak akan ada pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela agenda PBB tersebut, meskipun upaya mencapai kesepakatan akhir terus diperjuangkan.

“Masih ada kemungkinan suatu kesepakatan dapat tercapai,” katanya.

Dia juga mengingatkan AS untuk memperlihatkan keseriusan dan komitmen mereka jika ingin upaya diplomasi terus berjalan.

Leave a Reply