Jelang Iduladha, DPP Sukoharjo Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Jelang Iduladha, DPP Sukoharjo Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Sapi kurban di Mulyani Rezeki Farm di Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (9/5/2026).

Nusatime.com, SUKOHARJO – Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo memperketat pengawasan distribusi hewan kurban dari luar daerah menjelang Iduladha 2026. Pengawasan dilakukan menyasar peternak lokal maupun pedagang hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan yang akan disembelih.

Kepala Bidang Peternakan DPP Sukoharjo, Susilo, mengatakan pengawasan distribusi dilakukan dengan mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang wajib dikantongi pedagang hewan kurban saat memasuki wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjamin hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

“Petugas kesehatan hewan bakal memastikan apakah hewan kurban benar-benar dalam kondisi sehat dan layak disembelih,” kata dia, Minggu (24/5/2026).

Menurut Susilo, petugas kesehatan hewan juga telah melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan kurban milik peternak lokal dalam beberapa pekan terakhir. Upaya itu dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan virus PMK menjelang Iduladha.

Selain vaksinasi, petugas kesehatan hewan turut mendatangi lokasi peternakan sapi yang tersebar di 12 kecamatan dengan membawa obat cacing yang diberikan langsung kepada ternak.

Pemberian obat cacing dilakukan untuk menekan potensi temuan cacing hati saat proses penyembelihan hewan kurban.

“Pemberian obat cacing ke sapi kurban dilakukan dua-tiga bulan lalu. Jadi, saat vaksinasi PMK, petugas kesehatan hewan juga memberikan obat cacing ke sapi kurban,” urai dia.

Petugas kesehatan hewan dijadwalkan kembali melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara serentak selama dua hari pada Senin–Selasa (25–26/5/2026). Pemeriksaan dilakukan langsung ke peternak lokal guna memastikan kondisi hewan tetap sehat sebelum dikirim kepada pembeli.

Susilo menerangkan kebutuhan hewan kurban di Sukoharjo diperkirakan meningkat sekitar tiga hingga lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Iduladha 2025, jumlah sapi kurban di Sukoharjo tercatat mencapai 8.681 ekor. Tahun ini, jumlah tersebut diprediksi kembali bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berkurban.

Sementara itu, Kepala DPP Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan petugas kesehatan hewan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap daging hewan kurban setelah proses penyembelihan berlangsung.

Petugas akan berkeliling ke lokasi masjid, musala, maupun tempat penyembelihan hewan kurban di 12 kecamatan untuk memastikan kualitas daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.

“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan sebelum hingga setelah disembelih. Petugas bakal mengecek daging hewan kurban,” pungkas Bagas.

Leave a Reply