Nusatime.com, SUKOHARJO — Minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke Sekolah Rakyat Sukoharjo jenjang Sekolah Dasar (SD) masih rendah. Hingga awal Juni 2026, jumlah pendaftar calon siswa SD baru mencapai 14 orang dari total kuota yang disediakan sebanyak 90 siswa.
Sebaliknya, kuota jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) justru telah terpenuhi bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan Sekolah Rakyat Sukoharjo menyediakan total kuota 270 siswa baru yang terbagi rata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Masing-masing jenjang pendidikan membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa per kelas atau total 90 siswa per jenjang.
“Kuota calon siswa jenjang SD belum terpenuhi. Jumlah pendaftar jenjang SD cukup minim dibandingkan SMP dan SMA. Petugas Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing kecamatan akan terus melakukan penjangkauan calon siswa untuk memenuhi kuota jenjang SD,” kata Yunia, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data Dinsos Sukoharjo per 4 Juni 2026, jumlah pendaftar jenjang SD baru mencapai 14 orang. Sementara itu, pendaftar jenjang SMP telah mencapai 103 orang dan jenjang SMA sebanyak 108 orang.
Untuk memenuhi kuota yang masih kosong, Dinsos Sukoharjo mengerahkan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh kecamatan guna melakukan sosialisasi dan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran.
Sekolah Rakyat yang dibangun di Kampung Gadingan, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Yunia menjelaskan calon siswa yang dapat mengikuti program tersebut harus berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, atau berdasarkan hasil verifikasi bersama Dinsos dan Kementerian Sosial melalui pendamping PKH.
“Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar dapat mengakses layanan pendidikan yang berkualitas dan lengkap,” ujarnya.
Menurut Yunia, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Dalam waktu dekat, Dinsos Sukoharjo juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pengelola Sekolah Rakyat rintisan di Kota Solo dan Sentra Terpadu Kementerian Sosial, guna memastikan kesiapan operasional sekolah.
Selain fokus pada pemenuhan kuota siswa, Dinsos juga terus memantau progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Bendosari.
“Kami juga terus memonitor progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat. Sesuai target, mudah-mudahan pekerjaan fisik bisa rampung pada akhir Juni 2026,” kata Yunia.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin serta memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Leave a Reply