Nusatime.com, SUKOHARJO — Kebakaran melanda ruang penyimpanan batu bara di bangunan divisi spinning PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Sukoharjo, Sabtu (6/6/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun Espos, Minggu (7/6/2026), kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas satuan pengamanan yang sedang melakukan patroli rutin di area pabrik pada Sabtu malam.
Saat melakukan pengecekan, petugas melihat kepulan asap hitam keluar dari ruang penyimpanan batu bara di divisi spinning. Mengetahui hal tersebut, petugas keamanan segera melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Setelah api tampak padam, petugas kembali ke pos keamanan. Namun, tidak lama kemudian asap hitam kembali muncul dari lokasi yang sama sehingga petugas segera meminta bantuan pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
“Kobaran api berasal dari ruang penyimpanan batu bara di divisi spinning Sritex sekitar pukul 21.00 WIB. Posisi ruang penyimpanan batu bara berada di dalam area pabrik,” kata Margono, Minggu.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke area yang terbakar. Selain memadamkan api, petugas juga berupaya melokalisasi titik kebakaran agar tidak merambat ke bangunan maupun fasilitas produksi lainnya.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama proses penanganan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala akibat bara yang masih tersisa di lokasi penyimpanan batu bara.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Sukoharjo mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran.
“Dugaan awal, kebakaran di ruang batu bara disebabkan faktor cuaca yang mengakibatkan suhu panas meningkat. Tingginya suhu panas mengakibatkan percikan api yang membakar ruang penyimpanan batu bara. Untuk kerugian material akibat kebakaran ditaksir puluhan juta rupiah,” ujar Margono.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut sempat mengundang perhatian pekerja dan warga sekitar karena kepulan asap hitam terlihat dari area pabrik.
Margono mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Menurutnya, suhu udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama pada lokasi penyimpanan bahan yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran selama musim kemarau dengan melakukan langkah-langkah pencegahan di rumah, tempat usaha, maupun kawasan industri,” katanya.

Leave a Reply