Sapi Seberat Hampir 1 Ton Milik Peternak Muda Jogonalan Klaten Dibeli Presiden

Sapi Seberat Hampir 1 Ton Milik Peternak Muda Jogonalan Klaten Dibeli Presiden
Peternak asal Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Lingga bersama sapinya yang menjadi salah satu sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Jumat (15/5/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Nusatime.com, KLATEN – Seekor sapi milik warga Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, terpilih menjadi salah satu sapi kurban yang dibeli sebagai bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Sapi jenis peranakan ongole (PO) yang diberi nama Bima Seta itu berbobot hampir 1 ton.

Sapi itu dipelihara salah satu peternak muda bernama Lingga Praditya, 25, warga Dukuh Kijilan, Desa Dompyongan. Sesuai namanya yakni Bima Seta, sapi jumbo itu perkasa dan berwarna putih dengan bobot saat ini sekitar 977 kilogram (kg).

Panjangnya sekitar 2,5 meter dengan tinggi 170 sentimeter. Umurnya sekitar 5,5 tahun.

Bima Seta menjadi salah satu di antara sapi-sapi PO lainnya di kandang miliki peternak asal Jogonalan itu yang juga berukuran jumbo. Ada belasan sapi di kandang milik peternak yang tinggal di dekat simpang susun tol Solo-Jogja di wilayah Kecamatan Jogonalan tersebut.

Orang tua Lingga, Sugeng Raharja, 53, mengungkapkan sapi itu menjadi salah satu sapi yang diternak oleh anaknya bernama Lingga. Sugeng tak mengira sapi yang diternak oleh anaknya terpilih menjadi salah satu sapi kurban Presiden.

Dia memperkirakan sebelumnya banyak yang melihat sapi itu lantaran kerap dibawa keluar kandang. Sapi-sapi jenis PO itu kerap dimanfaatkan untuk menarik gerobak sebagai alat angkut atau sekadar ditunggangi untuk jalan-jalan atau acara festival termasuk pernah dibawa ke kawasan Rawa Jombor.

Sapi Jumbo Milik Peternak Muda Jogonalan Klaten Dibeli Presiden Prabowo
Sapi Jumbo Milik Peternak Muda Jogonalan Klaten Dibeli Presiden Prabowo

Tak hanya itu, sapi-sapi dari kandang tersebut juga dimanfaatkan untuk membantu membajak sawah. “Mungkin dari tim Klaten itu yang melihat sapi ini untuk gerobak, untuk tunggangan. Lah itu, dari dari dinas ke sini. Katanya ini masuk kriteria [untuk diusulkan menjadi salah satu sapi kurban bantuan Presiden]. Ya, kalau masuk alhamdulillah, kalau tidak masuk akan dipelihara lagi paling tidak satu tahun,” kata Sugeng.

Setelah diusulkan, selang beberapa hari Lingga mendapatkan kepastian sapi yang dipelihara disetujui untuk dibeli sebagai sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Pak Prabowo Subianto yang menunjukkan kepedulian kepada para peternak biar peternak semua maju,” kata Sugeng.

Sapi itu menjadi sapi kedua di peternakan yang dikelola Sugeng dan Lingga sebagai sapi bantuan Presiden. Pada era Presiden Joko Widodo, seekor sapi dengan bobot sekitar 890 kg dari peternakan itu menjadi sapi bantuan Presiden pada 2015 lalu dan disembelih di Masjid Istiqlal Jakarta.

Sementara itu, Lingga merasa campur aduk sapi yang dia pelihara terpilih menjadi sapi kurban Presiden. “Ya agak-agak sedih dan senang. Ya karena sudah lama dipelihara dan ini sudah seperti anak sendiri,” kata Lingga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, menjelaskan kondisi sapi yang dibeli untuk kurban bantuan Presiden dipastikan sehat. Sebelumnya, sudah dilakukan sapi yang diusulkan memenuhi uji surat keterangan kesehatan hewan, lolos uji feces serta tidak terindikasi cacing.

Harga jadi pembelian sapi itu Rp98 juta sudah termasuk pajak, ongkos kirim hingga biaya pemeliharaan sampai dengan hari penyembelihan. Rencananya, lokasi penyembelihan sapi itu di Masjid Raya Klaten. Petugas dari DKPP secara intensif mengecek kondisi kesehatan sapi kurban Presiden untuk memastikan kondisi ternak sehat hingga proses penyembelihan.

Leave a Reply