Nusatime.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merotasi dan mempromosikan 47 aparatur sipil negara (ASN), Rabu (8/7/2026). Selain untuk meningkatkan kinerja birokrasi, perombakan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan rotasi jabatan dilakukan untuk memperkuat kinerja organisasi. Menurutnya, mayoritas pejabat yang dilantik mendapat promosi atau bergeser pada jabatan dengan level yang sama.
“Ini rotasi kecil, biasanya di atas 100 orang, tidak ada yang turun pangkat. Rata-rata naik, namun ada yang bergeser dalam satu strata yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja,” ujar Agustina kepada Espos, Rabu (8/7/2026).
Agustina mengakui salah satu pertimbangan rotasi tersebut adalah persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
“Kita mau menjadi penyelenggara atau tuan rumah MTQ Nasional 2026 membutuhkan kerja sama yang sangat serius dan persiapannya. Kesiapan sumber daya manusia yang akan tersentuh oleh kegiatan MTQ menjadi penting,” paparnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini juga diharapkan melibatkan penyandang disabilitas sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih inklusif.
Benahi Perencanaan Pembangunan
Selain untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional, Agustina mengatakan rotasi juga bertujuan memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan daerah. Ia masih menemukan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyusun program dengan mengacu pada dokumen perencanaan lama.
“Masih ada beberapa dinas perencanaannya itu masih menggunakan RPJMD lama, terutama untuk program tahun 2027. Saya tidak tahu apakah karena sekadar menyalin dari dokumen atau bagaimana, maka kami bereskan dan ide-ide itu harus dijaga dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono menjelaskan rotasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, termasuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Jumlah rotasi ada 47 ASN. Hari ini ada pejabat eselon II yang dimutasi sebanyak tiga orang, promosi dari eselon III ke eselon II sebanyak dua orang, kemudian di eselon III ada 20 orang dan di eselon IV sebanyak 22 orang,” jelas Joko.
Menurut dia, para pejabat yang dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan tugas baru agar pelayanan publik tetap berjalan optimal. Pemkot juga berupaya mempercepat pengisian jabatan kosong sehingga tidak terlalu lama diisi pelaksana tugas (Plt).
Joko menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi telah memperoleh persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam rotasi kali ini, sejumlah pejabat eselon II yang menempati posisi baru antara lain Budi Prakosa sebagai Asisten Pemerintahan Setda Kota Semarang, dr. Lilik Faridah sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, dr. Eko Krisnarto sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pranyoto sebagai Kepala DP3A, serta Nur Huda Iskandar sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Leave a Reply