Jevon Korban Kapal Virgo Dimakamkan Dekat Aldo di Astanalaya Purwoloyo Solo

Jevon Korban Kapal Virgo Dimakamkan Dekat Aldo di Astanalaya Purwoloyo Solo
Ayah Jevon, Totok Haryono saat ditemui di rumah duka pada Selasa (29/9/2026) malam. (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Nusatime.com, KARANGANYAR — Jenazah Jevon Joechelin Jotham, 19, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, akan dimakamkan di Astanalaya Purwoloyo, Pucangsawit, Jebres, Solo, Rabu (30/9/2026).

Jevon akan dimakamkan berdekatan dengan sahabatnya, Aldo Nurahmansyah, 19, yang telah lebih dahulu dimakamkan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, jenazah pemuda asal Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, itu berhasil diidentifikasi setelah lebih dari dua pekan keluarga menunggu kepastian.

Ayah Jevon, Totok Haryono, mengatakan jenazah putranya dijadwalkan diterbangkan dari Banjarmasin menuju Semarang pada Rabu pagi. Setelah tiba di Semarang, jenazah akan dibawa melalui jalur darat menuju rumah duka di Griya Pesona Ngringo Indah, Jalan Pesona 3 Nomor 30, Karangrejo, Ngringo.

“Katanya besok pagi jam 7 mau diterbangkan ke Semarang. Semarang terus ke sini, jalur darat,” ujar Totok saat ditemui di rumah duka, Selasa (29/9/2026) malam.

Jevon kemudian dijadwalkan dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB di Astanalaya Purwoloyo. Lokasi pemakaman tersebut sama dengan tempat Aldo dimakamkan pada Rabu (23/9/2026).

Aldo merupakan salah satu dari tiga pemuda asal Ngringo yang berangkat bersama Jevon dan Ahda Dhiyaurohman, 18, menuju Banjarmasin untuk mencari pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.

Ketiganya berangkat dari Surabaya menggunakan KM Virgo Transport 8. Namun, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah kapal dilaporkan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Jevon dan Aldo kemudian ditemukan sebagai korban. Sementara itu, keluarga Ahda masih menunggu kepastian mengenai identifikasi keberadaan putra mereka.

Berdasarkan laporan perkembangan identifikasi korban, jenazah nomor PM 064 teridentifikasi identik dengan AM 067 JT atas nama Jevon Joechelin Jotham. Identifikasi dilakukan berdasarkan data primer berupa pemeriksaan gigi serta data sekunder berupa ciri medis dan properti.

Totok mengatakan terdapat sejumlah ciri khusus yang memastikan jenazah tersebut merupakan putranya, di antaranya kalung dan tanda lahir pada bagian siku.

“Kalung sama tanda lahir di siku berupa toh dan itu masih terlihat,” kata Totok.

Bagi keluarga, kepulangan Jevon sekaligus menjadi akhir dari penantian panjang sejak kabar tenggelamnya kapal yang ditumpanginya.

Sebelum berangkat ke Kalimantan, Jevon bersama Aldo dan Ahda sempat melakukan panggilan video dengan Totok. Dalam percakapan tersebut, ketiganya mengucapkan kalimat yang kini terus diingat keluarga.

“Mangkat bareng, mati bareng, sukses bareng.”

Saat itu, ucapan tersebut terdengar sebagai bentuk kebersamaan tiga sahabat yang hendak memulai perjalanan mencari pekerjaan. Namun, setelah tragedi KM Virgo, kalimat itu menjadi kenangan terakhir bagi keluarga Jevon.

Jevon juga sempat menelepon Totok untuk meminta doa restu sebelum berangkat menggunakan kapal. Dia berencana menghubungi ayahnya setelah tiba di Kalimantan.

Namun, telepon yang ditunggu tidak pernah datang. Totok justru mendapat kabar mengenai tenggelamnya kapal yang ditumpangi putranya.

Kini, Jevon akan kembali ke kampung halaman untuk terakhir kalinya. Ia akan dimakamkan di Astanalaya Purwoloyo, berdekatan dengan Aldo, sahabat yang berangkat bersamanya menuju Kalimantan.

Sementara itu, keluarga dan kerabat masih menantikan kepastian mengenai Ahda, sahabat ketiga Jevon dan Aldo yang hingga kini belum mendapatkan kepastian identifikasi.

Leave a Reply