Nusatime.com, SEMARANG — Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026) malam. Sejumlah ruko seperti toko pakaian, sandal, rosok, hingga emas dilaporkan habis dilalap api.
Pantauan Espos sekitar pukul 23.45 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran telah berada di lokasi untuk memadamkan api. Api terlihat melahap hampir seluruh ruko di bagian bawah pasar, baik sisi timur, barat, maupun selatan.
Selain itu, ruko bertingkat di bagian utara juga masih terlihat dilalap kobaran api. Warga dan pemilik ruko tampak berkumpul di sekitar lokasi menunggu proses pemadaman.
Salah satu pemilik ruko, Wahyudi, 46, mengaku saat kejadian tengah tertidur bersama istrinya di dalam ruko.
“Petugas teriak kebakaran-kebakaran, istri saya bangun terus bangunin saya,” kata Wahyudi.
Saat terbangun, ia melihat api sudah membesar di ruko sebelahnya. Ia bersama istri kemudian bergegas menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“Ruko saya di tengah. Pas bangun itu depan saya sudah ada api besar. Rosok-rosok saya yang mau ditimbang besok sudah habis itu kebakar semua,” ucapnya.
Menurut Wahyudi, api cepat merambat karena sebagian besar bangunan terbuat dari material mudah terbakar seperti seng, triplek, dan kayu. Namun ia tidak mengetahui pasti penyebab awal kebakaran.
“Pastinya karena apa kurang tahu. Tapi apinya cepat menyebar ya karena memang model bangunannya mudah kebakar,” tuturnya.
Hal senada disampaikan warga setempat, Fadli, 23. Ia mengatakan saat tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB, api sudah membesar dan melahap hampir seluruh ruko di bagian bawah pasar.
“Rukonya ada jual baju, sandal, sayur-sayuran, buah-buahan sama jajanan kalau yang bawah. Terus yang bangunan tingkat itu ada toko emas,” beber Fadli.
Fadli menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting trafo, meski belum dapat dipastikan.
“Pastinya belum tahu ya, tapi warga katanya tadi karena trafo,” ujarnya.
Ia juga menyebut Pasar Kanjengan pada malam hari tidak memiliki aktivitas perdagangan sehingga banyak pemilik ruko tidak sempat menyelamatkan barang dagangan.
“Kalau malam emang tidak ada aktivitas, enggak pada buka,” imbuhnya.
Hingga pukul 00.30 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang belum sepenuhnya terkendali. Tambahan unit damkar terus berdatangan untuk membantu proses pemadaman.

Leave a Reply