Keren! 33 Siswa SMA Rushd Sragen Ikuti Student Exchange ke Malaysia

Keren! 33 Siswa SMA Rushd Sragen Ikuti Student Exchange ke Malaysia
Para siswa SMA Unggulan Rushd Sragen berdiskusi saat kunjungan ke Dwi Emas International School Malaysia, belum lama ini. (Istimewa/SMA Unggulan Rushd Sragen)

Nusatime.com, SRAGEN — SMA Unggulan Rushd Sragen mengirimkan 33 siswanya untuk mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) ke Malaysia yang berlangsung pada 4–12 April 2026.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara SMA Unggulan Rushd Sragen dengan ACE Edventure Group Malaysia, dengan tujuan memperluas wawasan global serta mempertemukan siswa Indonesia dan Malaysia dalam pengalaman pendidikan lintas budaya.

Founder SMA Unggulan Rushd sekaligus pendiri Bukalapak dan Init-6, Achmad Zaky, bertemu dengan CEO dan Founder ACE Edventure Group, Anne Tham, serta Director of Schools, Melinda Lim, dalam rangka penguatan kerja sama tersebut.

Sebanyak 33 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Dwi Emas International School, Kuala Lumpur, yang terintegrasi penuh dengan kurikulum akademik dan program ekstrakurikuler sekolah setempat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (6/5/2026), program ini dipelopori oleh Achmad Zaky Foundation dengan dukungan penuh dari pihak ACE Edventure Group.

Achmad Zaky menyampaikan pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membentuk generasi masa depan. Ia berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan (changemakers) dan inovator yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Selama program berlangsung, para siswa mengikuti berbagai mata pelajaran utama seperti sains, matematika, dan humaniora, serta terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler mulai dari olahraga, seni, hingga kepemimpinan dan dialog kewirausahaan.

“Pengalaman ini menjadi wadah untuk membangun persahabatan lintas budaya, menumbuhkan toleransi, empati, serta keterampilan kepemimpinan yang tidak dapat diperoleh hanya dari pembelajaran di kelas,” ujar Zaky.

Sementara itu, Anne Tham menilai Dwi Emas International School memiliki pendekatan progresif dalam pendidikan berbasis kewirausahaan dengan latar belakang siswa yang beragam.

Ia memastikan para siswa dari Sragen tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk diskusi kelas, olahraga tim, hingga debat.

Dalam rangkaian program tersebut, para siswa juga berkesempatan mengunjungi perusahaan teknologi JurisTech dan bertemu dengan COO-nya, Naaman Lee.

Dalam sesi tersebut, Naaman Lee membagikan pengalaman membangun perusahaan teknologi di Asia Tenggara, termasuk tantangan serta pola pikir yang dibutuhkan untuk menciptakan inovasi berkelanjutan.

Kunjungan ini memberikan wawasan langsung kepada siswa mengenai dunia kewirausahaan, teknologi finansial, serta peluang karier di era digital, sekaligus mendorong diskusi kritis mengenai peran teknologi dalam masyarakat modern.

Leave a Reply