Nusatime.com, SOLO – Setiap hari, Kholidin, atlet para-panahan Indonesia, melakukan 400 kali tarikan busur berkekuatan 48 lbs. Kekuatan tersebut setara dengan beban satu galon air.
Berbeda dari pemanah pada umumnya, Kholidin menggunakan giginya sebagai tumpuan untuk menarik tali busur dan melontarkan anak panah.
Kholidin kehilangan tangan kirinya akibat amputasi setelah mengalami insiden jatuh dari pohon kelapa pada 2017. Ia kemudian terus menekuni panahan dengan metode yang tidak biasa, yakni memanfaatkan kekuatan giginya untuk menarik tali busur.
Tali busur
Kholidin membutuhkan busur dengan kekuatan poundage (lbs) tinggi untuk menyesuaikan jangkauan tarikannya yang pendek.
“Kita mau tidak mau ambil lbs tinggi untuk memaksimalkan lontaran anak panah supaya maksimal membidik jarak 70 meter,” ungkap pelatih atlet para-panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto Ide, saat ditemui Espos di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (8/10/2026).
Tali busur yang digunakan Kholidin bahkan menyimpan hal menarik hingga mengundang perhatian dari luar negeri.
“Nantinya, tepatnya di bulan Desember, negara Australia sengaja ingin datang ke Indonesia. Mereka ingin tahu bagaimana tali tersebut yang digigit Pak Kholidin tidak mudah molor,” ujar Ide.
Tali busur Kholidin menggunakan D-loop, komponen tali pada busur panah, dengan karakteristik yang membuat peregangannya sangat minim. Hal ini membantu Kholidin memanah secara optimal dan menghasilkan skor tinggi. Menurut Ide, penggunaan perangkat tersebut tidak melanggar aturan World Archery.
Karier panahan Kholidin juga terinspirasi oleh Eric Bennett, atlet para-panahan asal Amerika Serikat yang menggunakan gigi untuk melontarkan anak panah. Menariknya, saat bertemu di Ceko, Eric justru mengaku mengidolakan Kholidin.
Pelindung gigi
Untuk mencegah cedera pada gigi, gusi, dan rahang, Kholidin menggunakan gumshield, pelindung gigi yang biasa dipakai dalam olahraga bela diri.
“Dari gumshield itulah Pak Kholidin bisa memanah dengan kekuatannya tidak hanya bertumpu pada satu gigi, tetapi semua gigi dan rahangnya bisa membantu proses penarikan busur,” tutur Ide.
Kholidin juga memiliki pantangan makanan dan minuman untuk menjaga kesehatan giginya. “Pantangan bagi saya untuk menjaga gigi itu adalah pantang makan yang panas dan minum es,” ungkap Kholidin.
Kondisi fisik Kholidin turut dipantau melalui sesi koordinasi dengan tim fisiologi setiap Rabu. Evaluasi rutin ini dilakukan untuk mengantisipasi overuse atau penggunaan otot secara berlebihan yang berpotensi memicu cedera berkepanjangan. Otot-otot leher Kholidin juga dilatih secara khusus melalui gerakan chin tuck.
Persiapan Kholidin menuju Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober telah mencapai 90%. Pada masa prakompetisi, Kholidin berfokus melatih akurasi tembakan, sementara tim kepelatihan mematangkan kesiapan peralatan yang akan digunakan di arena pertandingan.
Berbekal konsistensi latihan dan semangat juang, Kholidin berambisi membawa pulang medali emas untuk Indonesia. “Kalau target dari pelatih sih memang perak ya, tapi saya tekad Insyaallah emas,” tegas Kholidin.

Leave a Reply