Nusatime.com, SUKOHARJO—Di sebuah rumah di wilayah Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, ritme hidup Joko (bukan nama sebenarnya, usia 50-an tahun), seorang mantan pegawai perusahaan swasta, kini mengalir jauh lebih tenang.
Sebagai seorang mantan karyawan perusahaan swasta yang lebih dari dua dekade terbiasa dengan tenggat dan kesibukan, masa purnatugas awalnya menghadirkan ruang kosong yang canggung.
Hari-harinya mendadak berlimpah waktu luang. Ia tak membiarkan jemarinya makin tenggelam dalam gulir-menggulir layar gawai yang tanpa akhir. Sebulan terakhir, sebuah keputusan kecil dia ambil, yaitu berlangganan koran cetak Daerah.
Awalnya dia mengirim pesan via Whatsapp layanan pelanggan Daerah. Ia mempertanyakan bisakah dikirimi Koran Daerah selama sepekan, langsung ke rumahnya.
Sunyoto yang mewakili unit layanan pelanggan Daerah lalu mendatangi rumah Joko di Desa Siwal. Joko makin mantap memutuskan berlangganan Daerah cetak. Tidak hanya sepekan, tapi berlangganan bulanan.
Langkah tersebut bagi Joko bukan sekadar nostalgia. Itu pilihan sadar untuk menjaga keseimbangan hidup. Bagi Joko, memegang lembaran kertas koran yang ”harum tinta cetaknya” menghadirkan terapi visual dan mental yang dia butuhkan.
Menatap layar smartphone berjam-jam membuat matanya lekas lelah dan pikirannya terasa ”bising” oleh paparan informasi yang simpang siur. Saat ia kembali intensif membaca koran cetak sebulan terakhir, terasa jauh lebih menyehatkan bagi indra penglihatannya.
Aktivitas membaca koran cetak tiap hari yang dikirim langsung ke rumahnya itu sekaligus memberi rasa teduh bagi jiwanya. Ada kepercayaan mendalam terhadap berita di koran cetak tersebut.
Joko meyakini, dan makin yakin setelah berdiskusi dengan Sunyoto, bahwa setiap baris kalimat di koran cetak ditulis di dapur jurnalisme yang profesional. Berita-beritanya melewati proses kurasi ketat dan verifikasi berjenjang.
Ia menemukan kedalaman informasi yang disajikan secara berimbang, tanpa perlu mengejar sensasi atau judul-judul bombastis. Dalam ketenangan yang ia peroleh kala membaca halaman-halaman Koran Daerah, ia menemukan kebenaran yang ditata dengan wibawa jurnalisme yang profesional dan bertanggung jawab.
Kini, ritual paginya di Desa Siwal terasa begitu berharga. Diiringi segelas teh hangat, ia menikmati lembar demi lembar Daerah, menyerap kabar-kabar terpilih di daerah hingga nasional dengan fokus penuh.
Efeknya luar biasa. Kehadiran koran cetak di rumahnya berhasil menjadi benteng yang membantunya membangun jarak sehat dengan smartphone.
Dalam sebulan terakhir, gawai pintar itu tak lagi mengendalikan jalannya hari. Joko hanya membukanya saat benar-benar membutuhkan, terutama untuk menjaga tali silaturahmi, menyapa kerabat, berkomunikasi dengan kolega, atau berkoordinasi dengan mitra.
Smartphone kembali pada fungsi hakikinya sebagai alat komunikasi, bukan penyedot perhatian. Pada usianya yang matang, Joko menemukan kembali kedamaian pikiran melalui ketenangan membaca.
Itu membuktikan bahwa di tengah kemajuan cepat era digital, ketelitian membaca berita di lembaran kertas koran memunculkan kedalaman makna yang menyehatkan jiwa. (*)
Ingin berlangganan Daerah demi mewujudkan ritme hidup yang sehat lahir dan batin? Hubungi Nyoto di nomor 081804407888 (telepon dan Whatsapp).

Leave a Reply